Kemenhub RI Launching Antarmoda Transportasi

0
819
FOTO BERSAMA: Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris bersama IrjenHub Cris Kuntadi dan sejumlah Kepala OPD Anambas.f-indra gunawan/tanjungpinang pos

Anambas – KEMENTERIAN Perhubungan RI hadiri me-launching moda (alat) transportasi darat, laut dan udara di Kabupaten Anambas, Minggu (2/4).

Irjenhub Chris Kuntadi yang hadir mewakili dari Kementerian Perhubungan RI mengatakan, launching itu untuk meningkatkan pelayanan transportasi di Anambas.

”Ini sudah sangat luar biasa, dan pemikiran pemerintah daerah sudah jauh ke depan untuk memikirkan moda transportasi,” ujar Cris Kuntadi.

Menurutnya, kendati pesawat terbang Susi Air sudah mulai beroperasi di Bandara Letung, namun masyarakat di luar Jemaja masih merasakan kesulitan transportasi.

Baca Juga :  Dinkes Didesak Batasi Penjualan Obat Batuk

Kesulitan itu dirasakan masyarakat di luar Jemaja, seperti dari Kota Tarempa dan Palmatak masih mengalami kesulitan untuk menuju ke Letung. Hal itu dikarenakan, minimnya sarana transportasi untuk masyarakat setempat.

”Saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas, yang sudah berpikir jauh ke depan untuk menyiapkan moda transportasi ini,” katanya.

Apa yang telah dibuat oleh Pemkab Anambas, akan menjadi modal bagi dirinya untuk melaporkan persoalan yang ada di Anambas kepada Menteri Perhubungan nantinya.

”Laporan tersebut akan menjadi dasar Pak Menteri Perhubungan untuk mengundang bapak Presiden RI meresmikannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Stok Melimpah, Harga Ikan Stabil

Bupati Anambas Abdul Haris mengungkapkan, langkah yang diambil pemerintah karena kondisi daerah Anambas yang terpisah dengan pulau-pulau.

”Sehingga antarmoda transportasi ini penting, apalagi untuk sampai ke bandara mesti harus melawati laut serta jalan darat,” jelas Abdul Haris.

Menurutnya, konektivitas moda transportasi antarpulau sangat penting dan menjadi penggerak arus perekonomian.

Haris juga menyampaikan kepada Irjenhub Cris Kuntadi, tentang kondisi geografis Anambas setiap tahunnya, yakni kondisi cuaca dengan empat musim yaitu musim utara, selatan, barat dan timur. Pada musim-musim tertentu maka transportasi bisa terhambat.

Baca Juga :  Pedagang Antarwilayah Bawa Berkah Bagi Warga

”Tentunya dapat mempengaruhi pengembangan potensi wisata yang sedang digalakkan, dan kini kami telah punya transportasi laut seperti feri cepat Pelni, serta dua bandara yakni Bandara Khusus Matak dan Bandara Letung,” terangnya.(Indra Gunawan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here