Kemenhub Tunda Operasikan Bus Subsidi

0
92
SALAH satu bus bersubsidi yang diberikan Kemenhub RI untuk memenuhi moda transportasi masyarakat di Daik-Pancur. f-istimewa

Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda rencana memberikan bantuan satu unit bus dan subsidinya untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat bagi masyarakat di pesisir selatan Pulau Singkep.

LINGGA – Tahun sebelumnya, Kemenhub memberikan bantuan sebuah bus berikut dengan subsidinya. Bantuan bus itu untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat yang menghubungkan Kota Daik dan Pancur.

”Saat peresmian rute tersbut orang Kemenhub berjanji, akan menambah satu unit bus lagi untuk memenuhi masyarakat rute Dabo-Tinjul. Informasi yang kami peroleh pihak terkait, hingga kini belum bisa menetapkan berapa besar subsidi yang diberikan,” kata Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Novrizal, kemarin.

Novrizal juga mengatakan, perbedaan harga kebutuhan operasional bus membuat pagu anggaran untuk kebutuhan anggaran subidi tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

”Misalnya terkait harga BBM. Telah dianggarkan sesuai dengan HET tertinggi, dan kenyataan harga BBM di Lingga lebih tinggi,” kata Novrizal memberi contoh.

Namun, pihak Kementerian Perhubungan akan menganggarkan kembali subsidi bus tahun 2019 mendatang. Namun, dengan menghitung kembali nilai subsidi yang dibutuhkan sesuai daerahnya diberikan.

”Kami akan terus berupaya mengejar subsidi ini, dan berharap tahun depan jalur Dabo-Tinjul telah dibuka,” imbuhnya.

Penambahan bus itu, tentunya sangat diharapkan masyarakat yang sehari-hari menggunakan transportasi untuk beraktivitas.

Walau saat ini tersedia satu unit bus, yang diberikan Kemenhub pada tahun 2017 lalu. Namun jika ada dua hingga 4 bus tentunya sangat membantu aktivitas perekonomian masyarakat dan daerah terlebih untuk pelajar sekolah. Sebab, sarana transportasi di Kabupaten Lingga masih perlu penambahan. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here