Kemenhut Sulap Hutan Jadi Objek Wisata

0
1093
KUNJUNGI: Wakill Bupati Anambas Wan Zuhendra (kanan) bersama Dr.Achmad Sjarmidi pejabat Kementerian Pariwisata saat mengunjungi Pulau Bawah Resort Anambas, belum lama ini.f-istimewa/humas pemkab anambas

DOMPAK – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Dirjen PHLP Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ida Bagus Putra Parthama sama-sama sepakat memajukan sektor wisata di Kepri dengan pemanfaatan kawasan hutan.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Kepri di Dompak, Senin (4/12) kemarin, Ida Bagus mengajak Pemprov Kepri untuk mengembangkan pariwisata alam di kawasan hutan atau pariwisata berbasis kawasan hutan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sangat mendukung agar hutan khususnya yang ada Kepri dikelola menjadi tempat wisata.

”Kami sangat mendukung industri pariwisata berbasis kawasan hutan khususnya di Kepri. Sekarang di Kementerian sedang dibuatkan desain tapak untuk hutan yang bisa dijadikan objek wisata. Industri ini sangat menjanjikan karena tren wisata saat ini telah berubah, orang sekarang lebih cenderung suka kepada wisata alam,” kata Ida Bagus Putra Parthama.

Baca Juga :  Jadi Pilihan Saat Bright Gas Beri Kenyamanan dan Kemudahan

Nurdin Basirun menjelaskan, Kepri sangat cocok untuk wisata alam di samping wisata bahari yang menjadi andalan. Walaupun memiliki lautan yang luas namun Kepri punya beberapa hutan yang masih asri belum tersentuh oleh aktivitas kegiatan manusia.

”Wilayah Kepri ini terdiri dari 96 persen lautan tapi terdiri dari 2.408 pulau. Dari ribuan pulau tersebut masih banyak terdapat hutan-hutan yang belum tersentuh serta masih alami yang bisa dijadikan sebagai hutan Wisata,” ujar Nurdin saat pertemuan itu.

Gubernur menceritakan bahwa beberapa hari sebelumnya dirinya melakukan kunjungan dan melihat potensi wisata di Pulau Bawah, Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Anambas selain lautnya sangat jernih, hutannya juga masih sangat asri dengan banyak pohon yang memiliki diameter yang besar. Pohon tersebut tidak ditebang oleh masyarakat dan perusahaan swasta yang mengelola wisata di sana karena mereka sadar keadaan hutan yang alami merupakan aset bagi wisata alam yang nilai ekonomisnya berkelanjutan,” ucap Nurdin.

Baca Juga :  34 Provinsi Sepakat, Lego Jangkar Hak Daerah

Gubernur Kepri yakin bahwa dibandingkan dengan industri lainnya khususnya pertambangan, pariwisata ke depannya akan memberikan sumbangan yang sangat besar bagi pendapatan daerah.

Apalagi pariwisata merupakan usaha yang berkelanjutan dan tidak memberikan efek negatif di kemudian hari dibandingkan efek pertambangan yang tidak baik bagi lingkungan.

”Saya yakin sektor pariwisata akan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan daerah dibandingkan dengan usaha pertambangan khususnya bauksit yang kami nilai memberikan kontribusi yang sedikit namun efek kerusakan yang cukup besar bagi lingkungan,” ujar Nurdin.

Baca Juga :  Kepri Menanti Persetujuan Presiden

Perihal pengajuan pengelolaan kawasan hutan di Batam, Bintan, Karimun dan Anambas menjadi objek wisata alam oleh beberapa perusahaan kepada Gubernur untuk persetujuan, Nurdin menyatakan agar mempelajarinya dan akan menyetujuinya jika perusahaan tersebut memenuhi kualifikasi.

”Saya akan memberikan rekomendasi kepada perusahaan yang berminat mengelola wisata alam berbasis hutan jika mereka mamenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditentukan,” tegasnya.

”Yang paling penting adalah wisata ini nantinya memberikan kontribusi bukan hanya berupa pendapatan untuk pemerintah namun juga diharapkan masyarakat sekitar juga merasakan manfaat dengan kehadiran wisata di sekitar lingkungannya,” ujar Nurdin mengakhiri. (mas/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here