KemenkumHAM Ganjal Turis Masuk Tanjungpinang!

0
818
Distrik Manager (DM) Sriwijaya Air Tanjungpinang, E Presley L Sumanti (tiga dari kiri) sedang foto bersama dengan rombongan carter China Air Service di Bandara RHF Tanjungpinang, belum lama ini.f-andri/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kedatangan turis Tiongkok ke Tanjungpinang bakal terhambat akibat izin untuk melayani penumpang luar negeri di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang belum dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi.

Sesuai rencananya, Februari nanti turis Tiongkok mulai masuk ke Tanjungpinang. Meski Bandara RHF sudah dinobatkan, sebagai bandara internasional sejak tiga tahun lalu, namun di bandara ini belum ada Imigrasi.

Pemerintah Provinsi Kepri pun diminta segera melobi Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) pusat terkait masalah ini. Hal ini kembali dibahas saat rombongan General Manager (GM) Bandara RHF Tanjungpinang Hotasi Manalu dan Distrik Manager (DM) Sriwijaya Air, E Presley L Sumanti mendatangi Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Selasa (9/1) siang.

”Kami menginginkan Pemprov dalam hal ini Dinas Pariwisata berkoordinasi lagi dengan KemenkumHAM terkait layanan pengecekan Kantor Imigrasi agar segera dikeluarkan izinnya,” ujar E Presley L Sumanti Distrik Manager (DM) Sriwijaya Air kepada wartawan.

Baca Juga :  Warga Miskin Dapat Bantuan Hukum Gratis

Presley sendiri menyampaikan, bahwa dijadwalkan Febuari ini dua belas kali, Sriwijaya mulai terbang dari Bandara RHF Tanjungpinang ke Tiongkok dan sebaliknya. ”Sampai akhir bulan, total keseluruhan dua belas kali. Dengan maskapai Boeing 737-800 NG kapasitas 189 penumpang,” ujarnya.

GM Bandara RHF Tanjungpinang juga meminta dukungan kepada Pemprov Kepri melalui Dispar untuk mendorong agar pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada pengelola Bandara RHF Tanjungpinang terkait masalah perizinan yang masih terganjal di KemenkumHAM RI ini.

Sementara Kadispar Kepri Buralimar didampingi sekretaris dan jajaran bidang promosi dan destinasi wisata menyambut baik etikat baik kedatangan rombongan manajemen Sriwijaya Air dan GM Bandara Internasional RHF Tanjungpinang.

Buralimar turut menyampaikan, bahwa semangat yang disampaikan pihak bandara sudah menunjukkan kalau Tanjungpinang juga sudah siap melayani rute internasional, tidak hanya Kota Batam.

Baca Juga :  Pelayanan Masyarakat NTB di Tenda dan Kontainer

”Tadi disampaikan kepala Bandara RHF, tidak hanya Sriwijaya yang akan melayani turis Tiongkok. Mulai 31 Januari mendatang, maskapai Citylink juga melayani penumpang asal Tiongkok dengan cara carteran,” ungkapnya.

”Kita sangat menyambut baik, hanya saja kita minta mereka untuk melengkapi segala surat-menyurat,” tambahnya.

Terkait masalah izin yang belum dikeluarkan KemenkumHAM RI, Dispar Kepri sudah sejak lama menyurati beberapa kementerian termasuk Kemenhub RI.

”Tadi saya sarankan, pihak Sriwijaya dan Citylink dan kepala bandara agar melakukan kunjungan dan membahas masalah ini ke Kanwil KemenkumHAM di Kepri,” sarannya.

”Jadi misalnya, di pusat surat izin sedang proses, tapi kita juga di bawah ini juga berupaya dan tetap memperjuangkan ini,” timpalnya menegaskan.

Baca Juga :  Yang Mau Investasi Harus Diservis

Saat ini Bandara RHF sudah tidak masalah dengan berbagai fasilitas pendukung untuk melengkapi sarana Imigrasi dan menyambut turis asal luar negeri, khususnya asal Tiongkok.

”Ke depan saya juga tadi menyarankan, kepala bandara, agar jalur kedatangan dan keberangkatan internasional harus permanen,” tambahnya.

”Jadi saya pikir, Kemenpar di pusat sudah merespon hal ini dan Menpar pasti sudah menyurati KemenkumHAM,” tambahnya.

Karena memang komitmen seluruh kementerian dan lembaga sudah diminta Presiden RI untuk membuka diri akses wisman datang ke Indonesia, tak terkecuali ke Kepri. ”Saya justru berharap, ke depan tidak lagi carter flight tapi, sudah reguler,” tegasnya demikian. (ais)f-andri/tanjungpinang pos

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here