Kementan Bantu Kembangkan Tanaman Jengkol dan Petai

0
619
Andi Irwan Baharuddin

LINGGA – KEMENTERIAN Pertanian dukung rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengembangkan tanaman jengkol dan petai. Dukungan itu, merupakan tindaklanjut dari ide Bupati Lingga H Alias Wello untuk menjadikan Lingga penghasil buah-buahan yang berni lai ekonomis tinggi. Rencana itu, akan memanfaatkan lahan di pulau-pulau kosong yang ada di Kabupaten Lingga.

”Rencana pak Bupati Lingga akan mengembangkan tanaman jengkol dan petai, dengan memanfaatkan pulau-pulau kosong dan itu sudah disetujui pak Mentan,” ujar Andi Irwan Baharuddin, Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Jumat (21/7). Ia menjelaskan, rencana itu telah masuk di Dirjen Holtikultura Kementan RI.

Andi menjelaskan, rencana pengembangan tanaman jengkol dan petai mencuat ketika Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi ke sejumlah pasar di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia beberapa waktu lalu. Pada waktu itu, Andi Amran menemui ibu-ibu di pasar yang mengeluhkan harga jengkol di Jakarta, yang mencapai angka Rp70 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogramnya. ”Kebetulan, Bupati Lingga memang ada mengajukan rencana pengembangan tanaman jengkol dan petai di pulau-pulau kosong yang ada di daerahnya. Kalau tidak salah, ada beberapa daerah yang disetujui, termasuk Kabupaten Bintan,” jelas Andy Irwan.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, gagasan menjadikan pulau-pulau kosong di wilayah kerjanya sebagai pulau produktif penghasil buah-buahan sudah lama ada dibenaknya. Namun, karena keterbataan anggaran sulit untuk mewujudkan rencana itu. ”Waktu itu, saya dalam perjalanan laut dari Batam. Ketika melewati pulau-pulau kosong, saya katakan pada pak Ady Pawennari sebagai konsultan pertanian agar pulau-pulau itu dikembangkan untuk tanaman buah-buahan,” kenang pria yang akrab disapa Awe tersebut.

Setelah itu, ia pun pergi menemui Kepala Desa Cempa, Kecamatan Senayang Herman Tan dan mengatakan niatnya beberapa pulau kosong di wilayah Cempa berpotensi dikembangkan sebagai daerah pertanian. ”Pada saat itu juga, saya langsung minta Kepala Desa Cempa siapkan satu pulau kosong untuk penanaman jengkol dan petai seluas 200 hektar. Kemudian, saya minta konsultan buatkan konsepnya untuk diajukan ke Kementerian Pertanian. Alhamdulillah, hari ini keinginan kami itu dikabulkan pak Menteri,” terangnya. Disetujuinya program itu, Kementerian Pertanian akan membantu bibit, alat pertanian serta sarana produksi di atas lahan seluas 10 hektare untuk jengkol dan 100 hektare untuk petai.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here