Kementerian Perdagangan Sidak Gudang Daging Beku

0
190
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Menteri Perdagangan RI Ir Kasan saat sidak gudang daging beku di Tanjungpinang, Senin (23/4). f-suhardi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (KP3) Menteri Perdagangan RI, Ir Kasan Muhri meninjau gudang penyimpanan daging dan pabrik pembuatan teh Prindjak di Kota Tanjungpinang, Senin (23/4) kemarin sore.

Rombongan Kasan didampingi Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Industri Pemprov Kepri Burhanuddin. Setibanya di Tanjungpinang, Kasan langsung bergegas menuju gudang penyimpanan daging beku di Jalan MT Haryono Batu 3.

Di sana, Kasan sempat berdialog dengan pengelola terkait pasokan barang sampai harga jual di pasaran. Dirinya tak hanya melihat kondisi stok daging yang mampu bertahan sampai dua bulan ke depan, melainkan langsung menanyakan harga jual kepada pedagang di Kota Tanjungpinang.

”Jadi peninjauan ini dalam rangka persiapan menjelang bulan suci Ramadan. Kami juga sudah memantau di sejumlah daerah, supaya pelaksanaan stok kebutuhan pokok sampai bulan puasa aman,” tegasnya.

Menurut dia, setelah berdialog dengan pengelola gudang daging, Joni, bawha stok daging saat ini mencapai 10 ribu Kg. Sedangkan kebutuhan setiap bulan sekitar 2 ribu. ”Kepada kami juga beliau sudah mengantisipasi, karena mau puasa,” terang Kasan.

Selain daging, Kasan menceritakan, pihaknya menambahkan juga akan memantau stok ayam empuk dan daging beku. ”Kami sangat apresiasi di sini, daging beku di sini Rp 69 ribu, sedangkan het kita Rp 80 an ribu,” tambahnya.

Kasan juga meminta agar pengusaha ke depan tidak hanya menjelang puasa dan hari besar keagamaan menyediakan stok daging. Diharapkan ada kerja sama dengan pemerintah pusat, daerah dan perusahaan supaya pasokan terjamin dan tidak ada gejolak harga dan kenaikan harga. ”Jadi kami akan berkomunikasi terus dengan pemda maupun dengan pengusaha,” tegasnya.

Kasan sendiri selama di Tanjungpinang rencananya juga akan berkunjung ke pasar tradisional serta gudang penampungan beras atau distributor beras, sampai dengan gudang Bulog. Sejumlah pejabat lain ikut saat sidak tersebut. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here