Kemiskinan Menurun, Banjir Teratasi

0
537
Salaman: Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan mantan Wali Kota Suryatati A Manan menyalami undangan usai rapat paripurna HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke16, Selasa (17/10). f-istimewa/humas pemko tanjungpinang

HUT Kota Otonom Tanjungpinang Ke-16

Kemarin, Kota Tanjungpinang sudah genap 16 tahun menjadi daerah Otonom. Setiap 17 Oktober 2017 Kota Gurindam ini rutin merayakan hari Otonom Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Dalam merayakan dan mensyukuri sebagai Kota Otonom, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Otonom Tanjungpinang.

Dalam pidatonya, Walikota, Banyak program yang berhasil dilakukan. Di antaranya jumlah angka kemiskinan yang terus menurun, serta pendapatan perkapita yang cendrung meningkat. Selain itu, perekonomian cenderung tumbuh. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang masih di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten dan kota se-provinsi Kepri.

”Untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita Kota Tanjungpinang atas dasar harga berlaku pada 2016 lalu telah mencapai 84,76 juta rupiah. Ini meningkat rata-rata 6,3 juta rupiah per tahun selama lima tahun terakhir,” ucap Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, dalam pidatonya.

Selain itu, kata Lis Darmansyah dalam pidatonya, dalam pengentasan kemiskinan, persentase penduduk miskin di Kota Tanjungpinang menunjukkan tren penurunan. Pada 2013 persentase penduduk miskin 10,40 persen dan menurun menjadi 9,34 persen pada 2016.

Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama 5 tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 nilai IPM sebesar 75,91 menjadi 77,77 di tahun 2016. Capaian ini telah melampaui IPM Provinsi Kepri sebesar 73,99 dan IPM Nasional 70,18. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat KotaTanjungpinang telah meningkat dengan baik dalam 5 tahun terakhir.

Baca Juga :  Tak Ada IMB, Rimba Jaya Tetap Buka

Lis Darmansyah, juga menjelaskan dalam periode 5 tahun terakhir pembangunan Tanjungpinang telah berada pada jalur yang tepat dan benar. Kinerja ekonomi Tanjungpinang, masih berada dalam jalur perkembangan positif. Selama periode 2013-2018 tumbuh rata-rata 6,35 persen. Namun ditengah perlambatan perekonomian global maupun nasional saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang juga mengalami perlambatan, dimana pada tahun 2016 terjadi perlambatan 5,08 persen yang pada tahun sebelumnya mencapai 5,99 persen. Meski demikian pertumbuhan tersebut tetap berada diatas pertumbuhan ekonomi Kepri yaitu 5,03 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,02 persen.

”Semua ini, bisa kita capai berkat kerja keras seluruh aparatur dan seluruh masyarakat Tanjungpinang. Meski berbagai hambatan dan keterbatasan yang harus kita hadapi, dengan dedikasi saudara-saudara semua, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Selain itu, berbagai prestasi tingkat Nasional berhasil diraih Pemerintah Kota Tanjungpinang, mulai dari pengelolaan akuntabilitas kinerja, pengelolaan lingkungan, perencanaan daerah, pangurtamaan gender, kota layak anak, dan masih banyak bidang lainnya yang diapresiasi dari berbagai pihak.

”Segudang prestasi dan penghargaan yang kita peroleh bukan menjadi tujuan utama, tetapi lebih menjadi salah satu pendorong semangat kita untuk bekerja lebih baik lagi, karena penghargaan tertinggi yang harus kita raij adalah dari masyarakat berupa kepuasan masyarakat terhadap layanan dan kinerja aparatur pemerintah Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Pembangunan Kota Tanjungpinang masih terus berlanjut dengan berbagai tantangan di berbagai sektor, tentu ini masih menjadi pekerjaan rumah yang relatif berat dan kompleks. Apalagi beberapa tahun belakangan ini, kondisi keuangan negara yang melemah, sehingga berimbas kepada kekuatan pembiayaan pembangunan di seluruh daerah, termasuk Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Tanjungpinang Dikepung Banjir

Meski demikian, kami terus berupaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan lainnya, mulai dari meningkatkan PAD, pengorganisasian CSR, mendorong pembiayaan pemerintah pusat, menstimulasi ke-swadayaan masyarakat, dan berbagai upaya lainnya. Karena itu, saya mengajak jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang, untuk tidak mengendurkan semangat pengabdian kita kepada Kota yang kita cintai ini.

Tak hanya itu, sejumlah titik banjir juga menjadi perhatian Walikota pilihan pada 2013 lalu. Dimana penanganan titik banjir dari 2013 sampai dengan 2015 telah ditangani 65 titik banjir. Sedangkan 2017 ini sedang dilakukan normalisasi 6 titik banjir, sehingga dari 62 titik banjir yang ada pada kondisi awal tahun 2013, sudah dapat diselesaikan sebesar 84,12 persen.

Dengan segala upaya yang dilakukan Walikota, ia menyadari masih banyak kekurangan. ”Namun, kita bekomitmen untuk berusaha dan berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Kota Tanjungpinang,” sebutnya.

Lis menegaskan Aparatur pemerintah harus terus mengindentifikasi hal-hal yang belum diselesaikan dalam rangka mewujudkan masyarakat Tanjungpinang yang sejahtera, berakhlak mulia, dan berwawasan lingkungan dengan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel serta melayani. Lis juga mengingatkan akan ada pemilihan wali kota Tanjungpinang pada 27 Juni 2018 mendatang.

”Seluruh aparatur, sesuai amanat undang-undang ASN agar menjaga netralitas dan tidak ikut serta dalam politik praktis dengan terlibat aktif dalam kegiatan kampanye pasangan calon. Tetapi hanya dibenarkan untuk mendengar dan memahami visi dan misi calon kepala daerah. Mari kita jaga pilkada ini tetap kondusif. Pelaksanaan pilkada harus berjalan dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Dirgahayu Kota Tanjungpinang ke-16, semoga bertambahnya usia Kota ini, kita semakin meningkatkan motivasi bersama agar lebih giat membangun Kota Tanjungpinang yang lebih baik,” ucap wali kota.

Baca Juga :  Riono: Tahun Pertama, Sabar Fokus Lunasi Janji Politik

Upacara diikuti oleh Wakil Walikota, Syahrul, Sekretaris Daerah, Riono, pejabat Pemerintah Provinsi Kepri, unsur FKPD, Anggota DPRD, segenap OPD Pemko Tanjungpinang, tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama, ASN, dan honorer.

Hadir pula tokoh pejuang dan pendiri Kota Tanjungpinang, di antaranya mantan Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Suryatati A. Manan, Efiyar M. Amin, dan beberapa tokoh pejuang lainnya. Pucak HUT Kota Otonom Tanjungpinang ke-16 ditandai dengan pembacaan sejarah pembentukan Kota Tanjungpinang.

Setelah upacara, Pemko Tanjungpinang memberi penghargaan kepada pegawai teladan, lomba gotong-royong di Kelurahan, pengunjung perpustakaan terbaik, bantuan pemadam api ringan, dan bantuan Korpri.

Rangkaian peringatan HUT Kota Otonom dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Tanjungpinang, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD Kota Tanjungpinang, Senin (17/10). (Andri/jek)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here