Kenaikan Pas Pelabuhan Ditunda

0
618
Beberapa kapal feri dari Tanjungpinang tujuan Batam dan sebaliknya dari Batam tujuan Tanjungpnang berlabuh di Pelabuhan Sribintan Pura.f-suhardi/tanjungpinang pos

Pelindo Cabang Tanjungpinang menunda kenaikan pas pelabuhan Sribintan Pura 1 Juli mendatang. Baik di terminal domestik dan internasional. Rencana awal Pelindo akan diberlakukan per 1 Juli mendatang.

TANJUNGPINANG – Rencananya tarif pas masuk pelabuhan di terminal internasional untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp 40 ribu per orang. Warga Negara Asing (WNA) dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu per orang. Masing-masing naik Rp 5 ribu per orang. Di terminal domestik dari Rp 5 ribu jadi Rp 10 ribu. Pengantar dan penjemput dari Rp 5 ribu naik jadi Rp 10 ribu.

Penundaan pemberlakuan tarif baru pas pelabuhan karena ada desak dari masyarakat, termasuk Ketua Kadin Tanjungpinang Bobby Jayanto, DPRD Tanjungpinang dan Pj Wako Raja Ariza. Mereka meminta agar pemberlakuan pas pelabuhan ditunda setelah lebaran.

Baca Juga :  Agus Djurianto Jabat Ketua DPRD

General Manager (GM) Pelindo Tanjungpinang, I Wayan menuturkan kenaikan tarif pas masuk di pelabuhan domestik dan internasional akan ditunda. Dari rencananya sebelumnya 1 Juni maka di rencanakan kembali 1 Juli mendatang.

”Kami menunda kenaikkan tarif pas masuk, bukan tidak jadi. Rencananya 1 Juli mendatang, jadi sosialisasi dua bulan kami melaksanakan sosialisasi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (25/5).

Terkait permintaan anggota DPRD Kota Tanjungpinang, bahwa PT Pelindo harus mensosialisasikan tiga bulan, menurutnya tidak mesti. ”Kenaikan harganya kan tidak di semua bidang yang ada di kementerian, hanya di SBP saja jadi tak perlu sampai tiga bulan sosialisasi, cukup antara tiga bulan, jadi bisa sebulan dua bulan atau bahkan tiga bulan. Tidak ada kewajiban minimal itu,” tuturnya.

Baca Juga :  Posyandu Tunas Bagikan PMT Ibu Hamil

Sebelumnya, Anggota DPRD Tanjungpinang Reni menuturkan, sesuai dengan Peraturan Perhubungan (Permenhub) nomor 15 tahun 2014, pada pasal 15 huruf H menyebutkan minimal melakukan sosialisasi sekurang-kurangnya tiga bulan.

”Ini minimal loh tiga bulan, berharap PT Pelindo bijak mengikuti aturan yang ditetapkan,” paparnya. Bila tidak, anggota DPRD Tanjungpinang akan melaporkan ke pusat, yaitu Kemenhub RI.

Sebelumnya, Bobby Jayanto juga minta, baiknya kenaikan pas diperlakukan setelah lebaran, karena banyak masyarakat akan mudik yang memanfaatkan jasa pelabuhan tersebut. tersebut. ”Ekonomi lagi sulit kalau Pelindo tetap ngotot menaikan pas saat mudik lebaran, masyarakat semakin menderita karena ada biaya tambahan yang akan dikeluarkan,” sambung Bobby.

Baca Juga :  Warga Minta Parkir Serong Semua Jalan di Kota Lama

Bobby juga minta agar Pelindo menata kembali kawasan di dalam pelabuhan, terutama bagian parkir. Sebab, parkir sekarang masih amburadul, belum juga tersedia trotoar untuk penjalan kaki. “Dengan tarif parkir saja sudah cukup banyak Pelindo terima uang, mestinya pas pelabuhan tak naik 100 persen,” tegasnya. (DESI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here