Kenalkan KEK dan KI Batam di Malaysia

0
191
SUASANA promosi investasi Batam di Grand Hyatt, Kuala Lumpur, Malaysia minggu lalu. f-istimewa/humas bp batam

BP Gandeng BKPM RI Dan KBRI Promosi Investasi

Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat dan KBRI Malaysia melakukan kegiatan promosi mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) di Malaysia.

BATAM – kemudahan dalam perizinan investasi. Salah satunya OSS (Online Single Submission), yang sedang dijalankan di Indonesia.

”Dan Malaysia merupakan merupakan salah satu pasar ekonomi yang sangat penting bagi Indonesia,” sambungnya.

Dimana investasi Malaysia di Indonesia dari Januari-September 2018 berjumlah 1,2 juta Dolar Amerika Serikat. Dengan tiga bidang usaha, transportasi, pergudangan agrikultur dan industri makanan.

”Dan hal tersebut menandakan betapa dekatnya hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia. Semoga kegiatan ini akan memberikan kebaikan kebaikan kepada kedua negara,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Direktur Fasilitas Daerah BKPM Pusat Nurul Ichwan, Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Usaha, Pelayanan dan Pentarifan Purnomo Andiantono, Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal Evi Elviana, Kasi Penyiap Media Promosi Ariastuty Sirait serta para pimpinan dari berbagai perwakilan perusahaan yang berada di Malaysia.

Nurul Ichwan mendorong para calon investor dari Malaysia untuk berinvestasi di Indonesia khususnya Batam mengingat letak yang strategis menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan industri berbesar di Asia Tenggara.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi terbesar di Asia dan dunia, ini menjadikan Indonesia sebagai target para calon investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Oleh karena itu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong daerah-daerah lainnya untuk terus berinovasi dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah Indonesia lainnya.

”Tahun 2017 Malaysia menempati urutan ke-3 untuk investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah 7,78 juta USD dan 60 persen menempati beberapa sektor utama seperti perdagangan, transportasi dan industri,” ungkapnya.

Kepala Biro Perencanaan Pengembangan Usaha, Pelayanan dan Pentarifan Purnomo Andiantono yang mengungkapkan pada saat kegiatan bisnis forum mengenai potensi yang dimiliki oleh Batam sebagai kawasan FTZ yang dinilai sangat potensial bagi para calon investor khususnya yang berorientasi ekspor;

”Ini adalah saat yang tepat bagi para calon investor untuk berinvestasi di Batam karena pertumbuhan ekonomi saat ini di Batam terus meningkat dan diprediksi akan dapat melebihi nilai pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Di Batam terdapat dua fokus pengembangan industri, yaitu industri manufaktur dan industri jasa serta industri pariwisata yang saat ini sedang dikembangkan oleh BP Batam sejak awal tahun 2018 melalui bebagai event.

Beberapa kegiatan yang sudah diselenggarakan dalam rangka untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pariwisata dan juga industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)serta Usaha Kecil Menengah (UKM) di Batam.

”BP Batam sedang mengembangkan industri yang tentunya berbasis ramah lingkungan dan logistik yang tentunya seiring dengan upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme SDM dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja di Batam,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here