Kenen Pantun kepada Pemimpin

0
3653

HAJI Ibrahim Datuk Kaya Muda adalah penulis ternama dan dikenal sebagai sahabat Raja Ali Haji. Beliau tercatat sebagai penulis pertama di Kesultanan Riau-Lingga yang menghimpun dan membukukan pantun di dalam karyanya Perhimpunan Pantun Melayu (1877). Pantun-pantun yang dihimpun itu sekarang tergolong pantun pusaka dan di antaranya ternyata banyak mengetengahkan masalah yang berhubung dengan kepemimpinan Melayu. Di antara pedoman kepemimpinan Melayu di dalam karya Haji Ibrahim sangat bermanfaat untuk dijadikan sanding-banding praktik kepemimpinan yang diterapkan orang sekarang.

Dari karya Haji Ibrahim itu, kita mendapatkan maklumat bahwa pemimpin Melayu wajib melaksanakan tugas kepemimpinannya berdasarkan ajaran agama Islam. Dalam hal ini, sumber rujukan utama kepimpinan Melayu adalah nilai-nilai agama Islam.

Memanjat galah kepada pohon
Kayu bersandar berapit dua
Kepada Allah tempat bermohon
Kalaukan kita sadarkan nyawa
Pantun-pantun yang dihimpun oleh Haji Ibrahim di atas jelas menegaskan pedoman utama kepemimpinan Melayu adalah ajaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan kata lain, nilai-nilai Islam harus menjadi rujukan utama kepemimpinan Melayu.
Kepemimpinan Melayu yang ideal juga ditunjukkan dengan keteguhan iman. Hanya pemimpin yang imannya teguhlah yang mampu menyempurnakan bakti dan tugas-tugas kepemimpinannya. Dengan iman yang teguh seseorang pemimpin tak mudah terombang-ambing dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
Kapal anjiman dari Cina
Singgah bermuat papan jati
Amal dan iman biar sempurna
Tidaklah jadi sesal di hati
Iman yang teguh merupakan jaminan keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin yang beriman teguh akan senantiasa berjaya. Dengan demikian, dia akan terhindar dari perkara-perkara yang memalukan. Pada gilirannya, sampai mati pun dia akan terpuji.
Selanjutnya, pemimpin yang baik ditandai oleh ketaatannya beribadah. Dengan beribadah segala dosa dapat diampunkan oleh Allah. Tak sesiapa pun yang tak berbuat salah atau dosa di dunia. Namun, orang yang taat beribadah akan mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah sehingga akan terhindar dari perbuatan dosa.
Baik berburu ke seberang
Rusa banyak di dalam rimba
Baik berguru kita sembahyang
Dosa banyak di dalam dunia
Ibadah merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah dapat mengingatkan kita akan kekurangan diri. Ibadahlah yang memungkinkan kualitas kepemimpinan terus meningkat secara berterusan.
Rusa banyak di dalam rimba
Kera pun banyak tengah berhimpun
Dosa banyak di dalam dunia
Segeralah kita meminta ampun
Setiap pemimpin harus memiliki ilmu yang mencukupi. Dengan ilmu yang dimilikinya seseorang pemimpin boleh menjalankan tugas kepemimpinannya dengan baik dan berkesan. Selain itu, pemimpin yang berilmu akan dipercayai oleh orang-orang yang dipimpinnya. Pasalnya, dia diyakini memang layak dan mampu memimpin sesuai dengan ilmu yang dimilikinya.
Sarang penyengat di atas kota
Kait-kait di batang temu
Hendaklah ingat semuanya kita
Baik bertandang kepada ilmu
Dengan pantunnya, Haji Ibrahim menegaskan bahwa tanpa ilmu-perbuatan pemimpin hanyalah mengada-ada. Hal itu bermakna kepemimpinan hanyalah berdasarkan naluri yang tak pasti arahnya. Oleh sebab itu, adalah wajib seseorang pemimpin memiliki ilmu yang memadai, sama ada bersumber dari akal (ilmu dunia) ataupun ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits (ilmu agama).
Belah buluh ditaruhkan temu
Batang cempedak batang pedada
Olehnya tidak menaruh ilmu
Duduklah hendak mengada-ngada
Menjaga nama supaya tetap baik, tanpa cela, adalah wajib bagi setiap pemimpin. Pemimpin yang namanya tercemar akan mengecewakan orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya pula, pemimpin yang namanya harum akan menjadi tauladan sepanjang masa.
Dibantu oleh Maharaja Dewa
Dipa Negara Jawa yang sakti
Nama pun tidak boleh kecewa
Masyhurlah nama sampai ke mati
Pemimpin yang mampu menjaga namanya agar tetap terbilang menyebabkan kepemimpinannya menjadi sempurna, namanya pun harum sepanjang masa. Dia tak hanya menjadi tauladan semasa hidupnya, tetapi setelah meninggal dunia pun nama dan perbuatannya akan dikenang orang. Nama baik memang menjadi salah satu tagan utama kepemimpinan Melayu, bahkan bagi kepemimpinan dalam peradaban mana pun. Jangan sampai pemimpin tak sanggup mengotakan (melaksanakan) yang telah dikatakannya.
Tanjungpinang tempatnya elok
Tempat Belanda dengannya Keling
Di manakan senang di hati makhluk
Mulut berkata hati berpaling
Kepimpinan Melayu juga mensyaratkan seseorang pemimpin harus mampu berlaku adil. Adil kepada diri sendiri, adil kepada keluarga, dan lebih-lebih adil kepada rakyat atau masyarakat. Pemimpin yang adil akan disenangi dan diikuti orang kepemimpinannya. Sebaliknya pula, pemimpin yang zalim dan hanya sekadar mengumbar janji akan dimusuhi oleh orang banyak.
Tempat Belanda dengannya Keling
Cina Melayu ada di situ
Mulut berkata hati berpaling
Di manakan boleh mendapat tentu
Ketakadilan di dalam kepemimpinan akan mengundang malapetaka. Tak ada orang yang berakal akan mengikuti pemimpin yang tak mampu berlaku adil. Jadi, sanggup berlaku adil menjadi syarat penting kepemimpinan Melayu.
Pemimpin yang baik berjiwa bersih. Dia tak rela kepemimpinannya dinodai oleh sifat-sifat yang tak terpuji seperti dengki, khianat, hasad, dan sebagainya. Hanya dengan jiwa yang bersihlah, matlamat kepemimpinan boleh tercapai secara gemilang.
Lada dipatuk burung kedidi
Anak pelanduk di dalam perigi
Tanda kerjanya tidak menjadi
Duduk dengan berhati dengki
Kepemimpinan Melayu mengidealkan seseorang pemimpin berjiwa bersih. Kebersihan jiwa itu merupakan roh yang mampu mengantarkan kepemimpinan menuju kejayaan. Tak ada keraguan orang terhadap pemimpin yang jiwanya bersih.
Kepemimpinan yang baik juga ditandai dengan keikhlasan untuk mengabdi demi orang banyak. Pemimpin yang ikhlas akan mendarmabaktikan seluruh kemampuannya untuk kemajuan negeri dan rakyat yang dipimpinnya. Begitu dia bersedia menerima tanggung jawab kepemimpinannya, pemimpin yang baik akan melakukan apa pun kewajiban kepemimpinannya itu dengan ikhlas, tanpa niat tercela yang terselubung di sebalik itu.
Galang rakit batang buluh
Kunang-kunang di dalam padi
Hilang penyakit di dalam tubuh
Baharulah senang di dalam hati
Ikhlas berbakti merupakan ciri pemimpin yang baik. Kepemimpinan yang berlandaskan keikhlasan akan menuai hasil yang sesuai dengan harapan semua orang. Keikhlasan akan menyinari kepemimpinan sehingga pemimpin akan dikenang dan dihormati orang sepanjang masa.
Pemimpin Melayu juga dituntut untuk teliti. Kurang selidik dalam kepemimpinan sangat berbahaya, bahkan dapat menjatuhkan pemimpin. Oleh sebab itu, pemimpin harus memiliki ilmu yang cukup sehingga dia dapat meniliti segala sesuatu sesuai dengan ilmunya. Dengan demikian, dalam memilih pemimpin rakyat diminta untuk teliti agar tak menyesal kemudian hari. Jika kepemimpinan dipertukargantikan setiap lima tahun, misalnya, kesalahan memilih pemimpin akan menyebabkan rakyat menjadi sengsara selama periode kepemimpinan itu. Oleh sebab itu, berhati-hati dan telitilah dalam memilih pemimpin. Harus dikaji semua buruk-baiknya, jangan sekadar mengikuti perasaan sesaat.
Baik-baik belayar malam
Arus deras karangnya tajam
Cari-cari malim yang paham
Di situ banyak kapal tenggelam
Kerja kepemimpinan bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak onak dan duri yang akan dilalui oleh pemimpin dalam kepemimpinannya. Akan tetapi, kesemuanya itu dapat dijalankan dengan berkesan jika pemimpin sanggup bertindak teliti dalam bekerja. Ketelitian menjadi salah satu syarat pemimpin terbilang.
Ajaran agama Islam telah menjadi roh yang menjulangkan tamadun Melayu. Persebatian nilai-nilai kemelayuan dan keislaman tak dapat dipisahkan sehingga harus menjelma di dalam kepemimpinan Melayu. Hanya dengan melaksanakan nilai-nilai asli Melayu yang berbancuh serasi dengan nilai-nilai Islam secara konsisten dan konsekuenlah, kepemimpinan Melayu akan menuai kejayaan.
Alhasil, kepemimpinan dan tamadun Melayu tetap bermartabat dan terjulang di kalangan bangsa-bangsa beradab di mana pun di dunia ini. Perkara itu dan tunjuk ajar yang berkenaan dengannya telah diwariskan para pendahulu kita yang arif sejak dahulu. Hendak dibantah jugakah? Jika iya, terimalah padahnya. Tangan yang mencencang, bahu yang memikul. Oleh sebab itu, tepuk dada tanya selera. Intaha.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here