Kepri Belum Daftar Tuan Rumah PON 2024

0
418
Atlet layar Kepri foto bersama sebelum berlaga. Cabang layar andalan Kepri meraih medali emas di PON. f-istimewa

Desember, GOR Stadion Dompak Selesai

TANJUNGPINANG – Tiga provinsi yang menginginkan status tuan rumah PON 2024 mulai mendaftarkan diri ke KONI Pusat. Pada Rabu kemarin di Gedung KONI Pusat, Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama. Setelah itu, Kalimantan Selatan (Kalsel) juga calonkan diri. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pernah mengatakan Kepri akan menjadi tuan rumah PON 2024, hingga kemarin belum mendaftarkan diri sebagai tuan rumah PON.

Wakil Gubernur Sumut, Nur Azizah Marpaung mengatakan sengaja menggandeng Aceh untuk jadi tuan rumah bersama agar penyelenggaraan PON cepat merata. Sebab jika hanya sendirian, peluang untuk jadi tuan rumah butuh waktu yang lama karena event tersebut digelar empat tahun sekali.

”Hal itu tak akan terjadi kalau kami jalan sendiri-sendiri. Karena itu kami kompak maju bersama. Sumut dan Aceh siap menjadi tuan rumah bersama PON 2024. Makanya, kami datang bersama-sama ke KONI Pusat dan bila terjadi ini yang pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan PON,” kata Nur Marpaung.

Rencananya, Sumut menyiapkan enam kabupaten/kota untuk menggelar PON 2024, satu di antaranya di Kualanamu, Deli Serdang dengan menyediakan 100 hektare lahan untuk sport center, sedangkan Aceh akan menyiapkan tujuh kabupaten/kota. ”Keseriusan Sumut dan Aceh sudah jauh-jauh hari. Kami yakin semua KONI Provinsi akan mendukung kami,” ungkap dia.

Sebelumnya, H Nurdin Basirun mengatakan Kepri akan menjadi tuan rumah PON 2014. ”Kita akan mengajukan tuan rumah, sudah saya sampaikan ke Pak Menteri Pemuda dan Olahraga dan mereka bilang siap,” kata H Nurdin, belum lama ini.

Desember, Stadion Selesai Dibangun
Meskipun Kepri belum mendaftarkan diri sebagai tuan rumah PON 2024 mendatang, namun Kepri terus mengesa pembangunan sarana dan prasana olahraga. PON 2020 sendiri akan digelar di Papua masih ada waktu untuk bangun sarana dan prasana olahraga di Kepri.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri, Maifrizon kini Pemerintah Provinsi Kepri, segera mewujudkan pembangunan stadion utama di Pulau Dompak. Kini masih tahapan lelang.

”Sekarang tahap lelang, mungkin awal April sudah mulai proses pekerjaan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proses lelang sampai dengan penentuan pemenang memerlukan waktu sekitar 30- 45 hari. Penyelesaian proyek diperkirakan delapan bulan, sehingga akhir Desember stadion sudah selesai.

Dituturkannya, anggaran pembangunan stadion senilai Rp20 miliar. Diluar konsultan pengawas senilai Rp 600 juta. Pembangunan bertahap, untuk awal ada empat item yang dibangun sekaligus. Pembangunan lapangan, drainase, pagar dan lintasan dasar atletik.

Rumput lapangan sepakbola nantinya dipastikan setera dengan stadion Gelora Bung Karno (GBK). Sistem drainasenya di bawah tanah, sehingga ketika hujan turun, air di lapangan langsung terserap.

Sedangkan, landasan atletik masih dasar, atau belum menggunakan karet atau sintesis. ”Pembangunan Rp20 miliar belum menyelesaikan stadion secara keseluruhan. Rencana di 2019 mendatang dialokasikan anggaran pembangunan tribun dan lainnya,” paparnya.

Maifrizon menuturkan, ukuran lapangan sepakbola yang akan dibangun standar internasional.  Luas lahan pembangunan stadion diperkirakan 3-4 hektare. Lokasi atau tempat pembangunan stadion tak jauh dari Kantor Gubernur Kepri. Strategis dan berada di antara jalan sisi kiri maupun sisi kanan.

Ia menambahkan, jika pembangunan lebih cepat selesai dari waktu perencanaan, maka dapat dipergunakan dibeberapa Cabor yang dipertandingan di Porprov 2018. Diantaranya sepak bola dan atletik.

”Ini masih harapan, tetapi jika stadion belum rampung maka Cabor sepakbola dan atletik masih menggunakan lapangan Sulaiman Abdullah dan Batu 9,” ungkapnya. Terkait hal ini juga sudah disampaikan dengan Kadispora Kota. (ABAS-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here