Kepri Berjalan dengan Kaki Satu yang Korengan

0
849
Toh Muandy Saputra

Oleh: Toh Muandy Saputra
Dewan Pimpinan Daerah
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kepri

Jalanannya kepemimpinan di Pemerintahan Jalanannya kepemimpinan di Pemerintahan  Kepulauan Riau hingga hari ini masih berjalan  pincang. Hanya dengtan satu kaki dan itu sudah genap setahun lamanya. Hal itu setelah dilantiknya Nurdin sebagai orang nomor satu di Kepulauan Riau mengantikan gubernur terpilih dan kepercayaan rakyat Kepulauan Riau HM Sani yang meninggal dunia pada April 2016.Akan tetapi, sangat disayangkan pengisian kursi kosong wakil Gubernur belum juga lepas dari kebuntuan. Pansus DPRD yang diketuai oleh Surya Makmur Nasution sudah berkerja dengan sangat baik juga semangat bekerja sampai hari ini masih tinggi. Mereka sudah dua kali melakukan studi banding ke Sumatera Utara dan Riau.

Sampai detik ini pansus DPRD terus bekerja, ya kerjaannya cuma menunggu Nurdin sebagai Gubernur mangajukan dua nama yang melengkapi administrasi dan sesuai dengan peraturan yang mengatur.Permasalahan administrasi yang sampai hari ini tidak terpenuhi adalah harus adanya persetujuan dari lima partai pengusung Sanur, akan tetapi Isdianto dan Agus nama yang diusulkan oleh Nurdin tidak memenuhi itu sehingga ditolak oleh pansus DPRD, seharusnya nurdin sebagai seorang pemimpin bekerja lebih serius lagi dengan mengumpulkan seluruh partai pengusung agar bisa di bahas masalah ini, jika memang niatnya jujur ingin memiliki wakil pasti dia serius, jika tidak ingin maka katakana saja karena lebih baik turun, masih banyak hal yang bias dikerjakan untuk kesejahteraan rakyat.Akibat satu tahun perjalanan kepulaan riau dengan pincang tanpa adanya wakil gubernur akan banyak menimbulkan masalah bahkan sampai hari ini bukan AKAN saja tapi sudah menimbulkan masalah.

Baca Juga :  Gerakan Melawan Stigmatisasi di Masa Pandemi Covid-19

Sepertinya hari ini pemerintahan kepri bukan hanya berjalan dengan kaki satu saja tapi berjalan dengan kaki satu dan kakinya korengan pulak yang suatu saat akan putus juga jika tidak segera di obati dan tidak akan bias berjalan lagi, Nurdin hari sebagai gubernur tanpa wakil seperti kaki kanan tanpa kaki kiri bahkan tanpa tongkat dan kaki kanan itu bermasalan pulak.Jika terus begini maka visi dan misi kepulaan riau akan menjadi sampah saja di masa kepemimpinannya.Visi kepulaan riau : “terwujudnya kepulaan riau sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera , berakhlak mulia ,ramah lingkungan dan unggul di bidang maritime”Mari dilihat setahun ini perjalanan kepemimpinan Nurdin, visi kepulaan riau di buat seperti sampah oleh pemerintahan satu kaki ini gubernur tanpa wakil, kebijakan Nurdin bukan ingin mewujudkan kepulaan riau sebagai bunda tanah melayu yang sejahtera tapi sebaliknya membikin seluruh rakyat bunda tanah melayu sengsara.Padahal saat dilantik jadi gubernur oleh jokowi di istana negara pada 25 mei 2016, Nurdin mengatakan “saya ingin focus, pertajam prioritas, kalau kita tidak bergerak cepat kita tertinggal”Kata-kata nya manis tapi hasil dan realitanya bikin nangis pemerintahan ini memang berjalan dengan satu kaki tanpa wakil tapi dengan kaki yang korengan.

Baca Juga :  Peningkatan Partisipasi Pemilih Adalah Tanggungjawab Bersama

Kita lihat setahun ini Kebijakan gubernur tanpa wakil yang telah membuat sengasara kita dengan kepintarannya ia setujui tariff kenaikkan listrik di kota batam hingga 45 persen dengan kepintarannya ini ia setujui kenaikan itu di saat perekonomian di kota itu lagi lesu.Dengan kecerdasannya ia pertahankan peraturan daerah (perda) Nomor 8 tahun 2011 tentang pajak daerah dengan melanjutkan angka maksimum penetapan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 10 persen. Yang mengakibatkan seluruh rakyat meringis bahkan bukan itu dengan kercerdasannya BBM kepulaun riau khususnya nonsubsidi tercatat paling tinggi se-indonesia. Ia katakana ini sebagai pemasukan asli daerah(PAD)Padahal menurut undang-undang nomor 23 tahun 2014 pemerintah provinsi diberikan kewenangan untuk mengelola berbagai sector baik itu parawisata, kemaritiman, dan sebagainya.Seharusnya visi kepulaan riau mewujudkan kepulaan riau unggul di bidang maritime bias tercapai dengan menjadikan potensi  sumber daya alam kepulaan riau menjadi pemasukan asli daerah yang murni.Dan yang menyedihkan seluruh masyarakat (RAPBD) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2018 mendatang akan membagun jalan laying dan jembatanpenghubung di karimun yang akan menghabiskan keuangan daerah kepulaanriau sebesar 2,7 Tirliyun.

Baca Juga :  Saatnya Mendiversifikasi Kekuatan Ekonomi Kepri ke Nonmanufaktur

Pemerintah dengan satu kaki, gubernur tanpa wakil dan kaki nya satu korengan sudah tidak mampu lagi menngembalikan arah pembagunan kepulaaun riau kearah yang sesuai dengan karakteristik kepulaan riau dan menjadikan visi dan misi sebagai acuan. Dan gubernurpun terlihat tidak serius dalam upaya pembaikan perjalan pemerintahan yang pincan gini tanpa ada wakil gubernur.Sampai kapan kepulaan riau akan berjalan seperti ini jika terus begini maka tidak menyelasaikan permasalahan kekosogan kursi yang seharusnya selesai dengan serius, cepat, tepat dan memimpin kepulauan riau dengan mengembalikan arah pembagunan kepulaun riau kearah yang sesuai dengan karakteristik kepulaan riau jika tidak maka sebaiknya engkau enyah saja. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here