Kepri Butuh Banyak Penerjemah

0
122
Pengurus Himpunan Penerjemah Indonesia Korda kepri foto bersama. f-istimewa

Wilayah Perbatasan jadi Tujuan Investasi dan Wisata

TANJUNGPINANG – Sebagai daerah yang berbatasan dengan negara tetangga dan menjadi tujuan wisatawan dan investasi asing, sudah menjadi keharusan bagi Kepri untuk memaksimalkan bahasa-bahasa asing dalam berpromosi.

Menurut Sekretaris Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) wilayah Kota Tanjungpinang-Bintan, Taufik Afdal, potensi pariwisata dan investasi asing di Pulau Bintan, bisa lebih maksimal lagi jika masing-masing elemen bersinergi untuk dan menggunakan berbagai saluran promosi dan memaksimalkan pengetahuan berbahasa asing.

”Sudah menjadi keharusan bagi daerah untuk menggali segala potensi yang ada untuk kemajuan daerah. Bahasa asing merupakan ujung tombak berhasilnya pemasaran suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Ke depan, diharapkan agar Pemerintah Daerah dapat melibatkan organisasi profesi ini dalam menyusun buku panduan wisata dan hal-hal lainnya yang memerlukan penerjemahan bahasa asing agar informasi lokal dapat diketahui dengan baik oleh para wisatawan maupun investor,” kata penerjemah yang juga kepala program studi Bahasa Inggris STAI Miftahul Ulum ini saat bincang-bincang dengan wartawan.

Menurut Taufik, Organisasi profesi penerjemah ini terbentuk di Indonesia diharapkan bisa menjadi solusi dari permasalahan bahasa dalam berkomunikasi dengan calon investor dan pegiat pariwisata di luar negeri.

Menurutnya, HPI komisariat Daerah Kepri terbentuk pada 22 September 2018 lalu dalam rapat pembentukan Pengurus Komisariat Daerah (Komda) Kepri di Gedung M3G, Jalan Baloi Indah, Lubuk Baja, Kota Batam. Saat pembentukan dihadiri oleh Hananto P. Sudharto selaku Ketua Umum serta Anna Wiksmadhara sebagai Sekretaris Umum HPI pusat.

Dalam rapat tersebut, Dr. Yudo Diharjo Lantanea terpilih menjadi ketua Komda Kepri untuk masa bakti 2018-2020, dengan Sekretaris Lia Lais untuk wilayah Kota Batam, Anambas,Natuna, Lingga. Sementara untuk Sekretaris wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dipimpin oleh Taufik Afdal, M.Hum. Kata Taufik, salah satu tujuan dibentuknya organisasi profesi ini untuk memperkenalkan organisasi ini kepada khalayak ramai dan ikut berkontribusi pada pembangunan daerah melalui penerjemahan bahasa asing.

”Kepri sebagai wilayah yang strategis merupakan gerbang masuknya investasi dan turis asing. Kondisi ini memerlukan SDM yang mumpuni untuk ikut andil dalam memperkenalkan potensi wisata dan potensi investasi di Provinsi Kepulauan Riau. Organisasi Profesi yang tergabung dalam HPI ini diakui secara internasional dan di bawah naungan International Federation of Translators (IFT),” sebutnya.

Di beberapa daerah di pulau Jawa, HPI telah menandatangani beberapa MoU dengan beberapa universitas dengan tujuan untuk memperkenalkan profesi penerjemah kepada kalangan muda. Sementara, untuk di pulau Sumatera, HPI baru melakukan MoU di Provinsi Kepri yang diinisiasi oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tanjungpinang. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here