Kepri Dihubungkan 22 Pelabuhan Penumpang

0
725
berangkat: Penumpang memadati Dek 6 kapal Pelni saat berangkat dari Batam menuju Medan, Juni lalu untuk memandang laut. F-MARTUNAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Kepri sebagai daerah kepulauan dihubungkan transportasi laut antara kabupaten/kota yang satu dengan lainnya termasuk ke pulau-pulau. Saat ini, ada 22 pelabuhan penumpang di Kepri yang terdata di Dinas Perhubungan Pemprov Kepri yang melayani penumpang setiap hari. Pelabuhan itu di luar pelabuhan kecil lainnya yang digunakan masyarakat untuk sandar sampan, pancung maupun pompong antar daerah di satu kabupaten/kota.

Misalnya, Pelabuhan Penyengat, Pelabuhan Pelantar I-Kampung Bugis dan lainnya. Jumlah pelabuhan seperti ini di Kepri bisa sampai di Kepri. 22 pelabuhan ini cukup sibuk saat arus mudik dan balik lebaran lalu. Jumlah penumpang mudik dan balik lebaran 2017 di Kepri sejak H-7 hingga H+7 sekitar 824.857 orang yang keluar masuk dari dan ke 22 pelabuhan domestik dan internasional di seluruh Kepri.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, arus mudik dan balik paling sibuk di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dengan total penumpang 185.294 orang terdiri dari, kedatangan 65.609 orang dan keberangkatan 119.685 orang. Posisi kedua ditempati Pelabuhan Telagapunggur Batam dengan total penumpang 113.352 orang terdiri dari 54.162 orang kedatanagn dan 59.190 orang keberangkatan.

Pelabuhan tersibuk ketiga di Kepri adalah Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang dengan total 109.981 orang terdiri dari kedatangan 51.473 orang dan berangkat 58.508 orang. Kemudian, pelabuhan tersibuk keempat adalah Pelabuhan Domestik Sekupang dengan total penumpang arus mudik 102.206 orang terdiri dari arus kedatangan 44.424 dan keberangkatan 58.460 orang. Di posisi kelima adalah, Pelabuhan Roro Tanjunguban, Bintan dengan total penumpang arus balik dan mudik sekitar 49.410 orang terdiri dari kedatangan 22.029 orang dan bekerangkatan 27.381 orang.

Pelabuhan tersibuk keenam adalah Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Kabupaten Karimun dengan total penumpang 42.518 orang terdiri dari kedatangan 17.629 orang dan keberangkatan 24.889 orang. Pelabuhan tersibuk ketujuh di Kepri saat arus mudik dan balik lebaran 2017 lalu adalah, Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Wilayah Kerja (wilker) Sekupang dengan total 30.201 orang terdiri dari kedatangan 14.513 orang dan keberangkatan 15.688 orang.

Yang tersibuk ke delapan adalah Pelabuhan Harbour Bay Jodoh Batam dengan total 22.290 orang terdiri dari kedatangan 10.172 orang dan keberangkatan 12.118 orang. Yang kesembilan adalah, Pelabuhan Tanjunguban Bintan dengan total 21.232 orang terdiri dari kedatangan 10.780 orang dan keberangkatan 10.452 orang.

Sedangkan pelabuhan tersibuk kesepuluh di Kepri yang melayani penumpang arus mudik di Kepri adalah Pelabuhan Tanjungbatu Kundur Wilayah Kepri Moro dengan total 20.971 orang terdiri dari kedatangan 3.634 orang dan keberangkatan 17.337 orang.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, selama arus mudik dan balik lebaran, tidak ada gangguan di Kepri baik pelayaran maupun penerbangan. ”Kepri cukup bagus lah. Bahkan, secara nasional, angkutan arus balik dan mudik lebaran salah satu yang terbaik di Indonesia,” jelasnya via ponselnya, kemarin.

Kabid Angkutan dan Perhubungan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Tri Musa mengatakan, rekap angkutan lebaran penerbangan tahun 2017 H-7 sampai H+7 sekitar 17.811 orang di tiga bandara yakni Bendara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Bandara Ranai Natuna dan Bandara Dabosingkep Lingga.
Data dari Bandara Hang Nadim Batam belum masuk. Padahal, arus penumpang paling sibuk melalui bandara ini.

Arus penumpang melalui Bandara RHF Tanjungpinang selama arus mudik dan balik lebaran 2017 totalnya 15.894 orang terdiri dari kedatangan 7.599 orang dan keberangkatan 8.295 orang. Total penumpang melalui Bandara Ranai Natua adalah 1.659 orang terdiri dari kedatangan 847 orang dan keberangkatan 812 orang. Dari Bandara Dabosingkep Lingga, total penumpang 258 orang terdiri dari 122 orang kedatangan dan 136 orang keberangkatan.

Di Bandara Hang Nadim Batam, lonjakan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 mulai terjadi H-10 sebelum lebaran. General Manager Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, saat arus mudik sudah naik, diperkirakan dari enam ribu orang jumlah penumpang akan terus mengalami kenaikan sampai di atas 10 ribu orang.

Pada hari H lebaran, penumpang yang datang ke Batam sebanyak 6.839 orang sedangkan yang berangkat sebanyak 9.014 orang. Rido, salah satu penumpang yang balik ke Medan, Sumatera Utara pada H-7 lalu mengatakan, dirinya pulang kampung naik Kapal Pelni melalui Pelabuhan Batuampar. Saat itu, kapal cukup padat bahkan banyak penumpang nonseat (tak ada tempat tidur).

Namun, kapal ini cukup membantu lantaran ongkosnya yang murah. Saat itu, ia bersama istri dan tiga anaknya hanya Rp 950 ribu sekali berangkat. Kapalnya tiba di Medan 24 jam. Saat itu, mereka berangkat dari Batam tanggal 18 Juni pukul 09.00 pagi dan tiba besoknya di Medan dengan jam yang sama.
Selama di kapal, mereka diberi makan tiga kali. (mas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here