Kepri Masuk Rawan Kanker Serviks

0
374
Pemprov Kepri saat sosialisasi deteksi dini kanker serviks. F-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Provinsi Kepri masuk daerah yang rawan kankier serviks. Kepri masuk 10 besar jumlah penderita kanker serviks di Indonesia. Selain itu, Kota Batam juga masuk 10 besar penderita kanker serviks untuk tingkat kabupaten dan kota. Dengan kondisi itu, pencegahan dan penanganan menjadi hal penting untuk diperhatian dan perlu dukungan pemerintah.

Masuknya Kepri dan Batam di 10 besar dengan jumlah penduduk penderita kanker serviks, diungkapkan dokter kandungan, yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri, Amir Hakim Siregar, Senin (5/2) di Batam. Hal itu dipaparkannya saat pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sigit Priohutomo di Batam, dalam rangka peringatan hari kanker.

”Kita di kota dan provinsi yang masuk 10 besar penderita kanker serviks. Ini harus jadi perhatian pemerintah, dalam pencegahan. Penting dilakukan penyuluhan lebih intensif lagi kepada masyarakat,” kata Amir Hakim.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKKBN RI Sigit Priohutomo, mengatakan, sangat penting melakukan deteksi dini secara berkesinambungan untuk memeriksa kanker mulut rahim atau kanker serviks ini.

”Saat ini, setiap satu jam wanita meninggal karena kanker mulut rahim. Dengan kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi bahaya kankers serviks ini mudah-mudahan bahaya itu bisa kita cegah,” katanya.

Sigit mengatakan, pihaknya terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama kepada kalangan remaja yang disebut dengan generasi berencana atau GenRe. BKKBN juga meminta agar remaja tidak menikah di usia dini. Usia yang ideal untuk melangsung pernikahan adalah 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun untuk pria.

”Sehingga mereka bisa menunda untuk tidak bereproduksi dulu. Apabila sudah menikah kita juga minta mereka menunda kehamilan dan sampai mereka menyelesaikan pendidikannya dulu,” imbaunya.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here