Kepri Minim Penyuluh Pertanian

0
645
LIHAT CABAI: Pak Ketimun saat melihat cabai yang sudah ditanamnya tahun lalu di Dompak, Tanjungpinang. F-Dokumen/TANJUNGPINANG POS

Minimnya penyuluh pada sektor pertanian yang ada kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau, berdampak pada kurangnya semangat petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

TANJUNGPINANG – Jika ada penyuluh, tentunya potensi pertanian yang ada saat ini bisa digarap secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Ahmad Izhar, Jumat (11/8). Ia menilai seharusnya dalam setiap desa yang ada hendaknya memiliki penyuluh di bidang pertanian. ”Penyuluh di bidang pertanian saat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan potensi pertanian yang ada disetiap daerah,” bebernya.

Kata dia, dengan adanya penyuluh disetiap desa, minimal desa-desa yang memiliki potensi pertanian besar, ini nantinya dapat menumbuhkan perekonomian dari sektor pertanian yang ada. Ia mengatakan saat ini Provinsi Kepri hanya memiliki sebanyak 32 orang penyuluh yang tersebar dibeberapa wilayah-wilayah yang memiliki potensi pertanian yang ada. Misalnya, di Kabupaten Bintan dan Karimun paling banyak penyuluh pertaniannya. Dan ada beberapa daerah tidak memiliki penyuluh tetapi potensi pertaniannya cukup besar. ”Di Lingga yang perlu ditingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar kualitas dan kuantitas petaninya semakin meningkat,” ungkapnya.

Menurutnya, potensi di sektor pertanian dan pariwisata yang ada saat ini, memiliki tingkat kestabilan dalam peningkatan perekonomian di Kepri. ”Pertanian khususnya pada tanaman pangan dan holtikultura memiliki potensi besar untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Jika memiliki lahan tanah dan petani yang oke, maka disitulah sektor pertanian dapat meningkat,” katanya.

Salah satu petani di Tanjungpinang, Ketimun merasakan dampak minimnya petugas penyuluhan yang dikirim Pemprov Kepri untuk petani di Tanjungpinang. ”Bagi kami seorang petani, penyuluh pertanian sangat kami harapkan. Jangan sampai kami sudah menanam misalnya kacang panjang, panenya gagal, karena kami tidak tahu, apa obatnya bila diserang hama,” tegasnya.

Ia berharap pegawai yang latarbelakangnya pertanian yang ada di Kepri dan Pemko Tanjungpinang, baiknya jadi penyuluh pertanian untuk memberikan motovasi kepada petani. ”Biaya operasional bagi petani besar, tapi hasil jualnya minim. Jadi, perlu ada terobosan dari pemerintah. Siapa tahu hadirnya penyuluh yang handal, petani bisa meningkatkan produksi pertanianya ke depannya. Ini yang kami harapkan,” tegasnya.(SUSANTO-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here