Kepri Nomor 2 Tertinggi Penyalahgunaan Narkoba

0
1428
SERAHKAN: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyerahkan penghargaan saat peringatan HANI di Community Center Muka Kuning, Batam, Kamis (13/7). f-istimewa/humas pemprov kepri

BATAM – Provinsi Kepri masuk status gawat darurat narkoba. Apalagi, Kepri sendiri sejauh ini menempati peringkat kedua untuk prevelensi yakni penyalahgunaaan dan peredaran narkotika di Indonesia. Dengan kata lain, Provinsi Kepri tingkat penggguna dan pengedaran narkobanya sudah sangat tinggi. Ini harus dilawan bersama guna menghentikan, memutus serta memerangi seluruh peredaran gelap narkoba.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Brigjend Pol Nixon Manurung saat menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Intenasional (HANI) bertempat di Community Center Muka Kuning, Batam, Kamis (13/7). Ia pun berkomitmen, bahwa peredaran gelap narkoba sejauh ini sudah pada tingkat sangat memperihatinkan.  Karena sejauh ini peredaran gelap narkoba sudah sangat merusak, tidak hanya generasi muda semata, tetapi sudah ke seluruh lapisan masyarakat.

Dengan kata lain seluruh lapisan masyarakat sangat rentan untuk ikut terkena dari dampak buruk peredaran barang haram tersebut. Atas kondisi ini tidak berlebihan, jika saat ini Indonesia sudah masuk pada wilayah darurat narkoba. Dan hal ini disampaikan langsung Presiden RI Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga :  Cegah KDRT, Pengurus Jalasenastri Gelar Penyuluhan

”Ini tentu harus kita sikapi dengan sikap tegas, guna bersama-sama seluruh komponen bangsa, menghentikan dan perang melawan peredaran gelap narkoba,” tegas Nixon Manurung. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan memerangi narkoba. Agar narkoba tidak ada lagi di Negeri Segantang Lada ini.

”Ini ajakan dan harapan kita semua seluruh lapisan masyarakat Kepri agar narkoba bisa kita diberantas habis. Sehingga kita bisa hidup bebas dari ancaman narkoba,” ajak Nurdin di tempat yang sama.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin membacakan amanat resmi Presiden Republik Indonesia. Presiden mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memerangi, melawan, menangkap, memenjarakan para pengguna dan pemakai narkoba. Bahkan, sudah saatnya memiskinkan para bandar narkoba. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan relawan anti narkoba, dan juga penyerahan piagam bagi instusi dan perorangan atas komitmennya membantu memberantas peredaran narkoba.

Pengukuhan dan penyerahan piagam langsung diserahkan Gubernur Nurdin. Sedangkan General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC) Mukakuning, Mook Soiwah menjelaskan, narkotika sekarang memang menjadi musuh yang luar biasa.

Baca Juga :  Ribuan Warga dan Pejabat Hadiri Ngunduh Mantu Ansar

Tidak sedikit sasaran dari peredaran narkotika adalah para pekerja. Karenanya perlu upaya bersama-sama agar peredaran narkotika bisa dilawan, terutama agar tidak masuk ke perushaaan-perusahaan dan meracuni para pekerja. Pada kesempatan tersebut seluruh peserta mengucapkan deklarasi bersama yang diikuti seluruh peserta.

Adapun deklarasi tersebut adalah, pada hari ini tanggal tiga belas bulan Juli tahun dua ribu tujuh belas seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau menyatakan bahwa :
1. Pemerintah Bersama Seluruh Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengkampanyekan gerakan setop narkoba dalam rangka mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba.
2. Penyalahguna dan pecandu narkoba yang melaporkan diri ke isntitusi penerima wajib lapor tidak dituntut pidana dan mendapatkan perawatan agar pulih seperti sedia kala.
3. Pemerintah mendorong seluruh lapisan masyarakat Provinsi Kepuluan Riau untuk melaksanakan pola hidup sehat tanpa narkoba.

Tahun 2015, pengguna narkoba di Kepri berjumlah 2,94 persen atau sebesar 41.767 jiwa dari sekitar 2 juta jiwa penduduk Kepri. Menyikapi hal ini, BNNP Kepri gencar mensosialisasikan program pemberdayaan masyarakat yang berdasarkan UU No.35 tahun 2009 yaitu masyarakat wajib mengikuti dan melaksanakan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di seluruh instansi.

Baca Juga :  Ayo, Ikuti Lomba Vlog Diskominfo Kepri

Kejaksaan Terima SPDP Kasus Penggelapan BB Narkoba
Kejaksaan Negri Tanjungpinang menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: 26/VI/2017/Res Narkoba Tanjungpinang atas nama tersangka Dwi Suprianto beserta lima oknum polisi Polres Bintan.

Kelima anggota Polres Bintan AK, IW, JA, Ku dan To diduga terlibat jadi pengedar dan pemilik 1 Kg narkoba jenis sabu yang merupakan bagian dari barang bukti (BB) kasus narkoba yang digelapkan.

Kelima oknum polisi di Satres Narkoba Polres Bintan itu ditetapkan tersangka berdasarkan pengembangan penyelidikan yang dilakukan terhadap tersangka Dwi, warga sipil pemilik dan pengedar sabu yang sebelumnya ditangkap Satres Narkoba Polres Tanjungpinang Jumat, 18 Juni 2017, di Jalan Bukit Barisan Tanjungpinang. (ais/mon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here