Kepri Perlu Pelabuhan Besar

0
401
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun foto bersama dengan Dahlan Iskan, para pengusaha dan Wawako Tanjungpinang terpilih Rahma usai makan bersama di Restoran Sei Nam, Jl. Teluk Kriting, Tanjungpinang, Minggu (5/8) malam. f-istimewa/humas pemprov kepri

Sebagai daerah kepulauan, pelabuhan besar merupakan infrastruktur paling penting. Inilah jalur transportasi orang dan barang di Kepri.

TANJUNGPINANG – Meski biaya pembangunannya besar, namun tetap harus dilakukan. Dan Kepri butuh pelabuhan besar. Inilah salah satu pendapat Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN yang juga pengusaha saat jamuan makan malam bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan sejumlah pengusaha di Restoran Sei Nam, Jalan . Teluk Kriting, Tanjungpinang, Minggu (5/8) malam.

Dahlan Iskan mengaku mendapat banyak masukan yang penting dalam jamuan makan malam hari ini baik itu dari Gubernur Nurdin maupun sejumlah pengusaha yang hadir.

”Program kemaritiman yang dibahas malam ini sangat penting untuk kita perjelas meskipun membutuhkan pendanaan yang besar. Itu yang harus kita perhatikan, skala prioritas perlu dilakukan,” kata Dahlan.

Pembahasan yang diperbincangkan pada jamuan makan malam itu mengerucut pada pentingnya infrastruktur pelabuhan, mengingat Kepri dengan banyaknya pulau maka mobilitas arus barang dan orang melalui pelabuhan.

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan pelabuhan akan semakin meningkat seiring dengan banyaknya kapal besar. Dahlan mengatakan perlu pembagian antara pelabuhan dalam dan tidak, pelabuhan barang maupun penumpang.

”Pelabuhan harus semakin relevan, pembangunan jangka menengah patut kita kerjakan dan jangan sampai terjadi tumpang tindih,” tutup Dahlan.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk menjadikan Kepri unggul di bidang maritim. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan peran dan dukungan semua pihak.

”Kedatangan beliau (Dahlan Iskan, red) kita jadikan momen untuk kita sharing pengetahuan dan masukan dalam pembangunan,” ujar Nurdin.

Kedatangan Dahlan yang merupakan tokoh nasional, mantan Menteri serta sosok yang juga bergerak di bidang pengusaha menjadi sasaran yang tepat untuk diajak diskusi.

Nurdin mengatakan bahwa pemerintah bersama pengusaha layaknya dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dan keduanya harus saling melengkapi. ”Masukan dan saran yang berharga dari beliau patut kita ambil dan jadikan bahan yang berharga,” lanjut Nurdin.

Nurdin menambahkan Kepri sebagai daerah kepulauan yang saat ini memiliki pergerakan yang cukup gesit di bidang industri dengan kota Batamnya perlu diiringi dengan bangkitnya sektor lain. Pemerataan pembangunan perlu dilakukan apalagi status Kepri sebagai garda terdepan.

”Kita harus jeli melihat potensi yang ada, misalkan pariwisata yang terus tumbuh kita perlu pertahankan dan tingkatkan,” tambah Nurdin lagi.

Selain sektor industri dan pariwisata, menurut Nurdin kepri pun membutuhkan kelengkapan infrastruktur, yang mana hal itu merupakan pondasi yang penting dalam berjalannya setiap proses pembangunan dan kelancaran roda kehidupan masyarakat.

Tanjungpinang sendiri kata Nurdin juga terus melakukan peningkatan di berbagai sektor, apalagi statusnya saat ini juga sebagai Ibu Kota Provinsi.

”Pembangunan Tanjungpinang terus beranjak naik selain sektor pariwisata yang masih menjadi daya tarik, infrastruktur yang perlahan tebangun tinggal bagaimana kita tingkatkan regulasi-regulasi yang ada saat ini,” tutup Nurdin.

Dibutuhkan Tokoh
Tanjungpinang tidak memiliki gunung yang tinggi seperti Singapura maupun Jakarta. Namun ekonominya maju cepat. Untuk membangun perekonomian, yang terpenting memiliki dewanya atau tokoh.

Filosofi ini disampaikan Dahlan Iskan saat menjadi pemateri dalam coffee morning yang dilaksanakan Bappelitbang Pemko Tanjungpinang di Senggarang, Senin (6/8) pagi.

Dahlan menuturkan, kalau gunungnya tidak ada, maka kini perlu mencari dewanya atau tokoh. Tokoh yang dimaksud yaitu selain wali kota dan wakil wali kota juga perlu peran semua kalangan.

Ia menilai, perlu berpikir besar untuk memajukan pembangunan dan ekonomi. Namun harus mau melangkah dari hal kecil dan memulainya sekarang. Bila berpikir besar namun tidak dilaksanakan, meski mengundang puluhan motivator dan narasumber menurutnya akan sia-sia.

Yang harus disiapkan pemerintah menurutnya tidak sulit. Sebab yang diinginkan masyarakat sangat simpel yaitu keamanan, anak bisa pintar dan keluarga sehat.

Jika ini sudah bisa dilaksanakan pemerintah, baru pekerjaan yang besar membangun partisipasi masyarakat. Membangun perekonomian dan pemelihan sektor.

Pembangunan ekonomi menurutnya dipengaruhi kondisi nasional dan juga kreativitas lokal. Pemilihan sektor untuk Tanjungpinang menurutnya ada empat yaitu pendidikan, kesehatan dan wisata mulai dari kuliner, kemelayuan pantai dan terakhir jasa.

Dipaparkannya, untuk aman misalnya Pemko juga perlu membantu dana kepolisian untuk menjaga keamanan. Jangan sampai ada perampokan serta kriminal lainnya. ”Tapi kalau hanya jambret mungkin akan ada terus. Ini bukan kasus berat. Biasa yang jambret hanya terdesak tapi kalau merampok itu artinya kasus kriminal yang rakus,” tuturnya.

Begitu juga dengan orang yang korupsi, itu bukan karena memenuhi kebutuhan terdesak tetapi rakus. Kedua terkait anak harus pintar. Menurutnya sangat mudah. Ada dua hal, sekolah harus bermutu dan ditunjang teknologi.

Menurutnya, membangun pendidikan tidak perlu biaya besar namun cukup mengumpulkan seluruh kepala sekolah dan mau komitmen membangun pendidikan.

Bila perlu pemerintah memberikan standar ke masing-masing sekolah. Bagi sekolah yang berhasil memenuhi standar maka harus diberikan apresiasi, misalnya wifi gratis sampai 24 jam.

”Kalau sekolah-sekolah ada wifi, saya yakin siswa akan betah di sekolah. Maka siswa banyak mencari ilmu melalui internet. Bahkan untuk taman-taman yang bagus diberikan wifi dan akan ramai anak-anak di sana,” tuturnya. (SUHARDI-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here