Kepri Pilot Project Revitalisasi Vokasi SMK

0
159
SEKDAPROV Kepri TS Arif Fadillah saat menghadiri rakor Persiapan Pelaksanaan Pilot Project Revitalisasi SMKdi Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (15/1). f-istimewa/humas pemprov kepri
Provinsi Kepri terpilih menjadi salah satu daerah dari 9 daerah di Indonesia yang akan mengimplementasikan revitalisasi pendidikan vokasi di sejumlah SMK.

JAKARTA – SEKDAPROV Kepri H TS Arif Fadillah mengatakan, Kepri sudah siap untuk mengimplementasikannya demi peningkatan kompetensi pelajar melalui revitalisasi pendidikan vokasional ini.

Arif mengatakan, revitalisasi ini sangat penting bagi Kepri yang memang berbatasan langsung dengan sejumlah negara.

”Anak-anak Kepri harus mampu bersaing dalam persaingan bebas, termasuk dengan negara lainnya. Kita harap mereka punya daya modal untuk masuk ke pasar kerja,” kata Arif usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pilot Project Revitalisasi SMK pada 9 Pemda di Kemenko Perekonomian Jakarta, Selasa (15/1).

Selain Kepri, delapan provinsi lainnya yang dipilih sebagai pilot project adalah Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sumatra Utara dan Lampung. Untuk Kepri, fokus sementara yang diamanahkan Jakarta masih di sektor manufaktur dan kemaritiman.

Namun, Sekdaprov meminta agar sektor pariwisata untuk dimasukkan juga. Karena itu, kepada Kadis Pendidikan Kepri Muhammad Dali yang hadir dalam rapat tersebut, Arif minta segera disurati kementerian terkait.

”Sebagai kawasan pariwisata nomor tiga di Indonesia, kita ingin sektor pariwisata juga menjadi prioritas,” kata Arif.

Untuk Kepri, kata Arif, sementara ada enam program pengembangannya. Yang pertama adalah teaching factory, berupa penerapan budaya kerja industri di sekolah dan subcon atau industri masuk sekolah. Program kedua adalah penyelarasan kurikulum dengan industri.

Program ketiga berupa sertivikasi peserta didik. Program keempat tentang majelis kemitraan sekolah dan industri. Program kelima peningkatan dan pemenuhan kompetensi guru produkif dan keenam pembahasan kelas industri.

Untuk mendukung semua itu, Arif menambahkan, bahwa Pemprov akan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Peningkatan sarana prasarana tersebut seperti standarisasi workshop, revitalisasi peralatan praktik, penyesuaian ruang kegiatan belajar dan standarisasi kelengkapan K3.

Saat ini, jumlah SMK di Provinsi Kepri sudah cukup banyak. Masing-masing sekolah berusaha menggapai prestasi agar dikenal di kalangan industri. Sehingga siswanya bisa diterima bekerja setelah tamat.

Sekolah yang sudah cukup bagus menguntungkan siswanya karena banyak yang kerja usai tamat sekolah. Sekolah ini pun favorit untuk siswa.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here