Kepri Rawan Penyelundupan

0
183
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun diskusi dengan Pasis Sekkau Angkatan 103 di Pulau Dompak, Rabu (21/3). f-suhardi/tanjungpinang pos

Gubernur Terima Kunjungan Pasis Sekkau Angkatan 103

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, Kepri sebagai daerah perairan yang sangat luas berdampak pada hal-hal negatif seperti rawan konflik maupun penyelundupan. Semua ini harus diantisipasi.

DOMPAK – Nurdin mengatakan bahwa Kepri dengan 96 persen wilayah lautan dan 2.408 pulaunya menyediakan potensi yang besar. Potensi tersebut bisa jadi positif maupun negatif.

Untuk itu kekuatan pertanahanan dari berbagai sisi harus terus ditingkatkan untuk menjaga salah satu visi Nawacnta yakni menjadi poros maritim.

”Di sini peran TNI sangat penting menjaga eksistensi poros maritim terus diperkokoh, salah satunya di sektor pertahanan,” kata Nurdin saat menerima kunjungan Perwira Siswa (Pasis) Sekkau Angkatan 103 dalam rangka kuliah kerja di Provinsi Kepri di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Rabu (21/3).

Nurdin menambahkan, potensi yang menimbulkan sisi positif didapat dengan mengelola kekayaan alam. Apalagi potensi itu mampu meningkatkan potensi lokal untuk kesejahteraan rakyat. Namun sisi negatifnya yakni potensi rawan konflik, penyelundupan-penyelundupan serta tindak kejahatan perlu diredam dan dituntaskan.

Tanjungpinang sendiri, kata Nurdin merupakan tempat yang tepat dijadikan objek untuk kuliah kerja rombongan. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri, kata Nurdin, daerah ini kaya akan kebudayaan dan sangat perlu untuk disinggahi. ”Jika sempat, silakan kunjungi Pulau Penyengat. Di sana kaya dengan wisata kebudayaan Kepri, letaknya tidak bagus,” ajak Nurdin.

Sebanyak 47 orang rombongan Pasis datang ke Kepri dalam rangka kuliah kerja dengan mengambil tema ‘Pembangunan Kekuatan Udara Guna Mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia’.

Komandan Sekolah Komando Angkatan Udara Kolonel Pnb. Esron BS Sinaga mengatakan bahwa kuliah kerja dilakukan sebagai bentuk aplikasi dalam pengamanan wilayah udara RI dan Kepri berada di wilayah strategis berbatasan dengan negara tetangga, maka potrensi ancaman dan kerawanan baik datangnya dari militer maupun nonmiliter. ”Kepri merupakan tempat yang tepat untuk tempat belajar dan mengaplikasikan tugas dan tanggung jawab kami menjaga wilayah udara,” katanya.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here