Kepri Simpan Energi Terbarukan

0
284
REKTOR UMRAH Prof Syafsir Akhlus (kanan) bersama Prof Sari AWAD dari IMT Atlantics mengikuti rapat JWG Indonesia-Prancis di Kota Poitiers, Senin (25/6). f-istimewa/humas umrah tanjungpinang

UMRAH Masuk Jejaring ke Prancis

PARIS – Kepri tak hanya gudangnya ikan. Namun, Kepri juga menyimpan banyak energi terbarukan. Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari ribuan pulau ini ternyata menyimpan potensi energi terbarukan yang sangat melimpah dan beragam untuk menggerakkan energi pembangkit listrik.

Potensi Energi terbarukan yang sangat melimpah itu semestinya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesenjangan energi listrik bagi wilayah pesisir dan kepulauan di negeri segantang lada ini.

Sejumlah penelitian pun sudah dilakukan para ahli. Energi terbarukan ini, juga salah satu yang dibahas di Joint Working Group (JWG) Indonesia-Prancis. Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. Rektor UMRAH Prof. Dr Syafsir Akhlus M.Sc bertolak ke Paris Perancis untuk menghadiri rapat Joint Working Group (JWG) Indonesia-Prancis, Senin (25/6).

Syafsir Akhlus menyebutkan, pertemuan JWG ini merupakan pertemuan evaluasi dan tindak lanjut ke depan bagi anggota jejaringnya termasuk Kampus UMRAH. Evaluasi tersebut berlangsung di Poitiers, sebuah kota yang terletak di bagian barat tengah Perancis dengan jarak kurang lebih 300 Kilometer (Km).

”Sejak saya menjabat sebagai Rektor UMRAH, saya sudah menjadikan UMRAH sebagai anggota beberapa jejaring (network) internasional dan salah satunya dengan negara Prancis,” ujar Syafsir Akhlus, melalui pesan Whatsappnya, Selasa (26/6).

Ada pun manfaatnya dari jaringan JWG tersebut dapat berbagi pengalaman di bidang ilmu penelitian dengan profesor asal Perancis untuk berbagi pengalaman dan ilmu kepada mahasiswa-mahasiswi UMRAH.

”Kita (UMRAH) sudah menerima keuntungan dari kerja sama ini, antara lain kunjungan profesor Prancis ke UMRAH dan mahasiswa Prancis yang belajar ke UMRAH. Terakhir, saat ini ada empat mahasiswa Perancis yang sedang belajar ke UMRAH,” ungkap Syafsir Akhlus.

Sekilas tentang Joint Working Group (JWG) Indonesia-Prancis, merupakan pertemuan segenap pemangku kebijakan dan berbagai pelaku bidang pendidikan tinggi dan riset ini membicarakan berbagai isu penting seputar kerja sama antara Indonesia-Perancis. Syafsir menerangkan, bahwa adanya JWG sebagai bentuk upaya memperkuat pertukaran mahasiswa, pengajar dan peneliti serta mengatasi kendala bahasa.

Selain itu, upaya membangun kemitraan berkelanjutan dan penyediaan pendanaan yang stabil bagi setiap program yang disepakati serta tanggap terhadap prioritas yang ditetapkan oleh Indonesia dalam mengembangkan skema kerja sama dengan industri dalam program riset dan pelatihan.

”Lebih lanjut berbagai permasalahan dan tantangan kerja sama kedua negara, dibahas secara khusus pada pertemuan resmi antar delegasi serta diskusi grup paralel (lokakarya) yang membahas 7 isu yaitu Environment; Marine Science and Technology; Engineering, New and Renewable Energy; ICT and Educational Technology; Law, Economic and Management; Social Sciences, Human Sciences, Language and Tourism dan Health Sciences, Food Safety and Security,” jelasnya.

Hasil pembahasan tersebut, selanjutnya diangkat menjadi komitmen bersama untuk pelaksanaan program kerja sama di bidang Pendidikan Tinggi dan Riset ke depan.

Syafsir Akhlus menyampaikan, sebelum-seblumnya beberapa profesor asal Perancis berkunjung ke UMRAH memberi kuliah tamu dan melakukan penelitian bersama dengan UMRAH. Para profesor tersebut sangat senang dan yakin bahwa UMRAH mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang di bidang kemaritiman.

Menurutnya, UMRAH diuntungkan dengan posisi geografisnya yang merupakan daerah maritim dan sangat penting karena berada di zona internasional. Sehingga, para profesor siap memberikan komitmen untuk bekerjasama dengan UMRAH ke depannya.

”Sementara ini, fokus kita di JWG di bidang Engineering dan Manajemen khususnya energi terbarukan bersama Prof. Sary Awad (IMT). Di JWG Indonesia Perancis ini, saya ditunjuk sebagai wakil ketua yang mewakili Indonesia bidang Engineering and Transportation,” katanya. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here