Kepri Tak Bisa Ikuti Pertiwi Cup 2019

0
264
DEWI Safitri seorang pemain sepak bola wanita Bintan dari klub ISC FC Batulicin, Bintan Timur melepaskan tendangan ke arah gawang lawang. f-dok yendi/TANJUNGPINANG POS

Asprov Tak Laporkan Klub Sepak Bola Wanita ke PSSI

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kepri tidak membalas surat PSSI, maupun menyerahkan data klub sepak bola wanita ke PSSI pusat. So pasti, Kepri tidak bisa mengikuti kompetisi resmi PSSI untuk sepak bola wanita Indonesia, pada ajang Pertiwi Cup 2019.

TANJUNGPINANG – MELALUI surat nomor 1587/PGD/299/V-2019, PSSI mengingatkan kepada Asprov PSSI, untuk mengisi formulir data klub-klub sepak bola wanita, serta mengirimkan kembali ke PSSI pusat, paling lambat, Selasa (21/5) kemarin. Tujuannya, PSSI perlu mengetahui potensi yang ada di setiap provinsi (Asprov), tentang pendataan dan upaya pengembangan klub sepak bola wanita.

Untuk pendataan klub sepak bola wanita itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria melalui surat tersebut, sudah menegaskan, formulir pendataan klub sepak bola wanita dari Asprov dikirimkan kembali melalui ke email PSSI. Atau berkoordinasi dengan Maulina Novryliani.

Sangat disayang ketika Asprov Kepri tidak membalas surat pendataan sepak bola wanita, yang diminta oleh PSSI tersebut. Karena, pendataan klub sepak bola wanita itu untuk persiapan kompetisi sepak bola wanita Indonesia, Pertiwi Cup tahun 2019 ini.

Regulasi kompetisi Pertiwi Cup 2019 ini diterbitkan atau ditetapkan oleh PSSI, setelah pendataan klub sepak bola wanita pada masing-masing Asprov selesai. Kompetisi putaran provinsi, kemungkinan akan digulir tahun 2019 ini. Sedangkan putaran nasional, biasanya digelar pada awal tahun berikutnya. Seperti putaran nasional Pertiwi Cup 2018, telah digelar pada April sampai awal Mei 2019, baru-baru ini.

”Makanya, sayang banget kalau memang ada tim sepak bola wanita (di Kepri), tapi tidak mengikuti Pertiwi Cup di provinsinya. Biar bisa mengikuti nasionalnya nanti, ya harus digelar putaran provinsi,” ujar Maulina Novryliani, seorang pemain timnas sepak bola wanita Indonesia, saat dimintai penjelasan seputar tentang Pertiwi Cup 2019 oleh Tanjungpinang Pos, kemarin.

Layaknya seperti kompetisi Liga 3 Indonesia, ada batas minimal jumlah klub sepak bola wanita, yang harus bertanding untuk putaran provinsi. Maupun kuota klub yang melaju ke putaran nasional. Namun, saat ini PSSI belum menentukan kuota tersebut. Karena, PSSI melakukan pendataan jumlah klub sepak bola wanita di masing-masing Asprov. Dari pendataan itu, akan ditentukan kuota dan lainnya dalam ketentuan umum regulasi nanti.

Tapi sampai Selasa tanggal 21 Mei, Asprov Kepri belum mengirim mengirim ke PSSI, buat pendataan klub sepak bola wanita tersebut.

”Iya belum mas. Padahal setahu saya, sebenarnya banyak talenta tiap provinsi untuk sepak bola wanita-nya. Sayang aja karena enggak ada komunikasi. Jadi, mimpi mereka (pemain wanita) enggak bisa terwujud,” jelasnya.

”Semoga aja Asprov Kepri bisa kirim secepatnya, untuk data-data sepak bola wanita. Tapi sampai Rabu (22/5), belum ada surat balasannya,” sambung Maulina.

Sejak beberapa tahun lalu, kompetisi sepak bola wanita sudah dilaksanakan di Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Bahkan baru-baru ini, tim Ladies U-17 Bintan menjuarai liga sepak bola U-17 putri Piala Menpora RI, seri Provinsi Kepri. Selanjutnya, tim U-17 Ladies Bintan akan melanjutkan pertandingan ke putaran nasional liga sepak bola U17 putri Piala Menpora RI, di Bandung, Jawa Barat, tanggal 5 sampai dengan 10 Agustus 2019 mendatang.

”Sebenarnya, pendataan klub yang diminta PSSI ke Asprov Kepri ini, merupakan kesempatan kita mengembangkan sepak bola wanita di daerah ini, hingga ke tingkat nasional. Kalau tak kirimkan pendataan klub itu ke PSSI, Kepri tentu lah tak bisa ikut kompetisi Pertiwi Cup 2019 ini,” kata Dilla, seorang pemain sepak bola putri dari ISC FC Batulicin.

”Kami sedih, tak pernah diperhatikan pengembangan sepak bola wanita di Kepri ini,” katanya. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here