Kepri Unggulan Indonesia di MEA

0
892
TERIMA: Wapimpred Tanjungpinang Pos Zakmi (kiri) menerima cenderamata dari Sekretaris Dirjend Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI, Ashariyadi saat mengunjungi Kantor Tanjungpinang Pos di Komplek Bintan Center Batu 9, Kamis (15/6). f-abas/tanjungpinang pos

Sekretaris Dirjend Kerja Sama ASEAN Kemenlu Kunjungi Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Sekretaris Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Ashariyadi mengunjungi Kantor Tanjungpinang Pos di Komplek Bintan Center Batu 9, Kamis (15/6). Saat itu, Ashariyadi didampingi Hikmat Moeljawan sebagai Kabag Kerja Sama Antar Lembaga Kemenlu, Syivia Marsi Kasubbag Diseminasi Informasi Kerja Sama ASEAN dari Kemenlu.

Ikut juga pihak kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Stisipol Tanjungpinang. Kedatangan rombongan ini diterima oleh Wakil Pimpinan Redaksi, Zakmi Piliang serta sejumlah redaktur dan karyawan. Menurut Ashariyadi, Kepri yang secara geografis bertetangga dengan Singapura, Malaysia, merupakan daerah yang diunggulkan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut Ashariyadi pihak kampus dan media masa di Kepri mesti memiliki andil yang kuat dalam meningkatkan SDM di Kepri.

Kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepri mesti lebih baik lagi dan mesti mampu bersaing dengan negara ASEAN di era MEA. Kemudian keunggulan atau potensi yang ada di Kepri yang harus digesa yakni di sektor maritim.

”Nanti pihak kampus UMRAH dan Stisipol yang lebih menyosialisasikan sektor sektor unggulannya dan menyampaikan ke kami untuk dipromosikan ke luar negeri,” ucapnya. Menurutnya, semestinya secara kualitas, Kepri harus lebih unggul dari daerah lain karena Kepri yang memiliki potensi yang lebih banyak di MEA dan berada di perbatasan.

”Warga Jawa Timur saja bisa bekerja di negara ASEAN, kenapa Kepri tidak. Kepri tinggal lompat. Ini yang perlu kita sosialisasikan di tengah masyarakat. Namun ada depan bidang yang menjadi atensi,” ucapnya. Kata dia, program Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah lama diberlakukan. Warga Kepri jangan kaget bila banyak tenaga kerja dari negara ASEAN bekerja di Kepri. Sudah ada aturan tinggal pengawasannya yang harus ditingkatkan. MEA bukan momok tapi mesti dijadikan peluang.

Menurutnya, ada delapan profesi yang akan terkena dampak dari kebijakan pasar bebas yang tertuang dalam ASEAN mulai dari profesi insiniur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis dan perawat.

”Untuk saat ini, kita masih kalah saing dengan negara Thailand, Singapura dan Malaysia dari segi infrastruktur dan kelembagaan,” tegasnya. Kata dia, bagi negara ASEAN, kalau ditanya soal MEA tidak masalah lagi, namun kalau warga Indonesia ditanya soal MEA, masih belum banyak yang tahu.

Ia ingin ke depannya, warga Kepri banyak mengirimkan tenaga ahli delapan profesi yang sudah ditentukan oleh negara-negara ASEAN. Ia juga membeberkan, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri mensosialisasikan produk unggulan Indonesia untuk dipasarkan di negara-negara ASEAN.

Produk UKM yang unggul di Indonesia dari Sidoarjo. Bahkan otomotif juga dimasukan produk UKM, karena bukan membuat mobil tapi membuat pelat-pelat mobil dan kemudian dirakit. Ia juga minta agar UKM dari Kepri terus berkembang dan bisa bersaing dengan negara-negara MEA. Misalnya di Kepri, sudah melakukan ekspor sayur-sayuran ke negara MEA, ini yang perlu ditingkatkan lagi.

Bahkan tahun 2025 mendatang, ekspor UKM diharapkan bukan lagi ke negara yang bergabung di MEA tapi sudah sampai ke Eropa. ”Tak menutup kemungkinan kita akan ekspor hasil UKM kita sampai ke Eropa. Ini tugas kami terus mensosialisasikan apa itu MEA di tengah masyarakat,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here