Kepsek SMPN 12 Ngaku Koperasi Sekolah yang Jual Buku

0
608
BACA BUKU: Siswa SMP di daerah pulau membaca buku di pustaka terapung tanpa biaya, baru-baru ini. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

Kaget, Wabup Segera Panggil Kadisdik

Bintan – RAUDAH (50) Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 12 Bintan menjelaskan, pihaknya tidak menjual buku sebagaimana dikeluhkan oleh salah seorang wali murid siswa. Buku literatur tambahan itu merupakan titipan dari penerbit buku, yang dijual oleh koperasi SMPN 12.

Pihak sekolah pun siap bila orang tua siswa datang ke sekolah, untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Saat Tanjungpinang Pos mewawancarainya, Raudah mengatakan, buku sebagaimana yang disebutkan itu, merupakan buku yang dititipkan dan dijual di koperasi sekolah tersebut (SMPN 12). Sifatnya dijual bebas, dan tidak ada paksaan atau kewajiban untuk membelinya.

”Buku itu dijual koperasi, dititipkan oleh penerbit. Itu sebagai literatur tambahan, kalau mau beli silahkan, tidak pun tidak apa-apa. Jadi tidak ada paksaan, dan bukan sekolah atau guru yang menjual,” tegas Raudah, Jumat (10/2) kemarin.

Ia menyampaikan, pada buku K13 yang ada saat ini, literatur soal tidak sebanyak pada buku KTSP lalu. Sehingga beberapa siswa yang berprestasi ada yang membeli buku tersebut, untuk belajar dan latihan soal.

Surat penitipan buku tersebut, ada di koperasi. Penerbit hanya menitipkan. Buktinya pada semester lalu, dari ratusan buku yang dititipkan, hanya laku sedikit dan sisanya diambil lagi oleh penerbit.

”Seperti saat ini juga, terlihat masih banyak di koperasi. Ini membuktikan tidak ada paksaan atau arahan untuk membeli buku tersebut,” jelasnya.

Buku yang harganya sebesar Rp 10 ribu tersebut, lanjutnya, terdiri dari berbagai mata pelajaran. Karena ada beberapa yang membeli, saat pemecahan soal tambahan di kelas, dan dilakukan secara berkelompok oleh siswa.

”Kalau siswa ingin mendapatkan latihan soal di luar buku cetak yang ada, itu adalah hak siswa. Kami selaku pendidik hanya membantu siswa untuk belajar. Mengenai soal dari buku apa pun, bila siswa ingin mengerjakannya, guru wajib membimbing dan membantu memberikan penjelasan jawaban soal,” jawabnya.

Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam kaget, ketika mendapat informasi ada SMPN yang menjual buku kepada siswa. Wabup menyatakan, akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan.

”Saya akan minta penjelasan dari Kadisdik dulu. Kenapa ada penjualan buku di lingkungan sekolah. Apakah sekolah itu tidak memiliki anggaran untuk pengadaan buku, atau jumlah buku yang kurang. Ini harus ada penjelasannya,” kata Dalmasri Syam, saat ditanya mengenai keluhan orangtua siswa SMP, yang diduga menjual buku tersebut.(AAN-YENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here