Kepulauan Riau Darurat Narkotika

0
593
Firza Sandana Putra

Oleh: Firza Sandana Putra
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Indonesia merupakan Negara yang dilintasi garis khatulistiwa dan diapit oleh dua benua, yaitu benua Asia dan Australia, dan diapit oleh dua samudera, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Wilayah laut negara kita luasnya mencapai 5,8 juta km². Wilayah territorial sebesar 3,2 juta km² dan wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) 2,7 km². Ada 17504 pulau Indonesia. Provinsi Kepri merupakan daerah yang memiliki pulau terbanyak di Indonesia. Wilayah Kepri 96 persen merupakan perairan dan hanyab4 persen yang berupa daratan. Kepri juga berbatasan dengan banyak Daerah yang berasal dari Indonesia itu sendiri, maupun dari negara lain. Untuk bagian Utara, Kepulauan Riau berbatasan dengan Lautan Tiongkok Selatan, Laut Natuna, Kamboja dan Vietnam. Bagian Selatan, Kepulauan Riau berbatasan dengan Selat Berhala, Kepuluan Bangka Belitung. Bagian Barat, Kepulauan Riau berbatasan dengan Pulau Sumatera, Riau, Jambi, Malaysia Barat dan Singapura. Bagian Timur, Kepulauan Riau berbatasan dengan Pulau Kalimantan, Kalimantan Barat, Malaysia Timur dan Selat Karimata.

Karena berbatasan dengan banyak negara, membuat banyak kapal asing yang masuk ke wilayah territorial Indonesia dengan berbagai kepentingan, terutama Kepulauan Riau. Ada yang memang rute perjalanan kapal asing membawa para pelancong ke daerah wisata Kepulauan Riau, adapula yang membawa barang-barang haram, seperti narkotika. Menurut Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika menjelaskan pengertian Narkotika itu sendiri, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.

Sejarah narkotika sendiri sudah berkembang pada tahun 1805, yang mana seorang dokter berkebangsaan Jerman bernama Friedrich Wilhelm menemukan senyawa opium amaniak yang kemudian diberinama morfin (morphine) dimana nama morpin sendiri diambil dari nama dewa Yunani yaitu Morphius yang berarti dewa Mimpi. Morfin diperkenalkan sebagai pengganti dari opium yang merupakan candu mentah. Di India dan Persia, candu diperkenalkan oleh Alexander

The Great pada 330 SM, dimana pada waktu itu candu digunakan sebagai tambahan bumbu pada masakan yang bertujuan untuk relaksasi tubuh. Pada tahun 1898 narkotika di prouksi secara masal oleh produsen obat ternama Jerman, Bayer. Pabrik itu memperoduksi obat untuk penghilang rasa sakit dan kemudian memberi nama obat itu dengan sebutan heroin. Pada tahun itulah narkotika kemudian digunakan secara resmi dalam dunia medis untuk pengobatan penghilang rasa sakit.

Kalau dilihat dari sejarah adanya narkotika, para penemu awalnya hanya membuat narkotika untuk tambahan obat atau pun juga bumbu masakan. Hanya saja, bagi mereka yang memiliki niat jahat malah menjadikannya sebagai obat yang dikonsumsi dengan cara illegal. Peredaran narkotika sendiri, banyak masuk ke Negara Indonesia melalui wilayah perairan, yang mana wilayah Kepulauan Riau lah yang paling sering dimasuki oleh kapal pembawa barang haram tersebut. Tahun Februari 2018 ini saja, Kepulauan Riau berhasil menghentikan peredaran narkotika itu sendiri di wilayah perairan Batam, Anambas, Karimun. Dari beberapa wilayah tersebut, adalah wilayah yang paling dekat dengan Negara lain. Seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Dengan sangat mudah mereka masuk kewilayah Negara Indonesia, padahal perairan Kepulauan Riau sendiri sudah mengerahkan begitu banyak personil yang patrol diwilayah perairan territorial dan ZEEI. Narkotika yang masuk ke wilayah Kepulauan Riau tidak sedikiti jumlahnya, ada yang 1,6 ton hingga 3 ton banyaknya. Barang yang tidak sedikit.

Narkotika merupakan musuh terbesar di Indonesia maupun di Dunia. Narkotika dapat membunuh secara perlahan terhadap anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang tua sekalipun. Narkotika juga bisa masuk keberbagai lingkungan yang ada, baik itu masyarakat biasa, orang penting, artis dan sebagainya. Bentuk kepedulian pemerintah Indonesia terhadap bahayanya narkotika, adalah terbentuknya sebuah aturan yang baku yaitu Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika sendiri sudah mengatur tentang hukuman yang diberikan kepada para pengedar yang masuk kedalam wilayah perairan Indonesia. Pada pasal 115 ayat (1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut, atau mentransito Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit

Semoga dengan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi maraknya peredaran narkotika di Kepuluan Riau, dapat mengurangi masuknya barang haram tersebut ke wilayah Teritorial Kepuluan Riau, dan masyarakat Kepulauan Riau terhindar dari barang haram yang membunuh secara perlahan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here