Keragaman Agama Jadi Perekat Masyarakat

0
788
Pelantikan: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melantik pengurus FKUB Kepri periode 2016-2021 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (4/4). F-istimewa/humas pemprov kepri

Gubernur Lantik Pengurus FKUB Kepri

Tanjungpinang – Keragaman agama di Kepri merupakan modal pembangunan. Karena itu, keberagaman ini yang harus dijadikan sebagai perekat masyarakat.

Pesan ini disampaikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat melantik Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepri Periode 2016-2021 di Gedung Daerah Tepilaut, Tanjungpinang, Selasa (4/4) kemarin.

Gubernur mengatakan, membangun komunikasi dan silaturahmi harus terus dilakukan. Kebaikan-kebaikan akan diperoleh dengan menjaga silaturahmi. Dirinya selaku gubernur punya keterbatasan.

”Jangkauan penglihatan saya tak seberapa. Telinga saya juga tak bisa mendengar semua. Tapi kalau ramai, kita bisa saling menyampaikan. Artinya, kebersamaan itu sangat penting,” jelasnya.

Masalah yang menegangkan, terkadang bisa diselesaikan di kedai kopi. Artinya, tempat tidak menentukan dalam menyelesaikan masalah. Tapi hati.

Ia juga meminta agar penghargaan yang diterima Kepri dari Kementerian Agama yang masuk terbaik ketiga Indonesia kerukunan umat beragama dipertahankan.

Penghargaan ini meski diberikan kepada kepala daerah, namun itu bukan milik kepala daerah.

”Itu milik kita semua. Milik masyarakat Kepri. Mari sama-sama kita pertahankan,” pesannya.

Gedung Daerah, kata Nurdin, bisa dipakai untuk pertemuan atau kegiatan masyarakat. Jika hendak mengadakan rapat, bisa dilakukan di Gedung Daerah.

”Di sini meja kursi lengkap. Bisa dipakai dan gedung ini dibuka untuk masyarakat. Tak perlu pikirkan kopi darimana. Nanti datang sendiri dari belakang. Tak harus pencet tombol dulu baru datang,” katanya sambil tertawa.

Yang penting, bagaimana persoalan-persoalan di Kepri bisa diselesaikan bersama.

”Di tangan dingin kita ini semua bisa menyelesaikan beragam persoalan. Bersama, bisa kita mengatasinya,” ungkapnya.

Saat mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo, disampaikan juga agar selalu menjaga kerukunan umat beragama di Kepri. Keberagaman suku, bahasa dan agama harus memberi keamanan, kenyamanan dan kedamaian.

Kepada para pejabat yang pindah tugas dari Kepri, masyarakat turut mendoakan agar sukses di tempat kerjanya yang baru. Itulah masyarakat Kepri selalu ingat dengan siapapun yang pernah mengabdi di provinsi ini.

”Mudah-mudahan bapak bisa sampai bintang empat nanti. Jumpa di kemudian hari, kita beri hormat jendral. Minimal amal kita. Cari selamat,” katanya membuat undangan yang hadir tertawa sambil melirik ke salah satu pamen polisi yang hadir di acara itu.
Terakhir, gubernur berpesan kepada para pengurus untuk bekerja dengan ikhlas.

”Carilah nilai dunia dan akhirat,” pesannya.

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Gubernur No. 2527 tahun 2016. Gubernur kemudian menandatangani naskah pelantikan.

”Saya percaya saudara-saudara akan menjalankan tugas ini dengan baik,” bebernya.

Hadir saat itu, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Abdul Razak, tokoh masyarakat Huzrin Hood, perwakilan FKD Kepri, anggota DPRD Kepri, tokoh masyarakat dan sejumlah Kepala OPD Pemprov Kepri. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here