Keraguan Masyarakat, Hambat Vaksinasi MR

0
24
WAKIL Bupati Hj Ngesti Natuna meninjau pemberian vaksin rumbela ke pelajar di Natuna. f-istimewa

NATUNA – Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, vaksinasi Measles dan Rubella (MR) di Natuna sejauh ini berjalan kurang lancar.

Akibatnya, target minimal 95 persen vaksinasi itu belum bisa terwujud hingga menjelang ujung tahun ini.

”Vaksinasi MR baru 54 persen. Kita menemukan kendala yang cukup signifikan,” kata Hikmat, di tempat kerjanya, Jumat (2/11) kemarin.

Ia menjelaskan, kendala utama pelaksanaan vaksinasi itu adalah animo masyarakat yang cukup rendah.

Hal ini disebabkan oleh, adanya keraguan masyarakat terkait kandungan vaksin tersebut setelah sempat ditunda pelaksanaanya berdasarkan rekomendasi dari Majlis Ulama Indonesia (MUI) beberapa waktu lalu.

Kemudian, kondisi ini dipengaruhi lagi dengan berbagai bertia hoax mengenai kandungan vaksin itu sendiri.

Kabar tidak benar itu, semakin membuat masyarakat ragu dengan kehalalannya.

Setelah vaksinasi dilaksanakan lagi pada September 2018, dan ditargetka pada bulan yang sama prosesnya selesai.

Namun, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan diperpanjang lagi sampai pada akhir Oktober 2018.

Melihat pelaksanaan vaksinasi di daerah lain, juga belum mencapai target minimal 95 persen.

Maka, Kementrian Kesehatan kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk memperpanjang pelaksanaan Vaksinasi itu hingga sampai tanggal 31 Desember 201

”Kalau dulu saat dimulai pada tanggal 1 sampai 3 Agustus itu, semangat masyarakat luar biasa ikut vaksin. Tapi setalah ditunda itu, semangat mereka jadi drop,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Vaksinasi di wilayah Natuna yang tertinggi ada di Kecamatan Bunguran Batubi.

Di kecamatan ini, sudah mencapai 92 persen sementara di kecamatan lain masih cukup rendah.

Dengan ini, pihaknya menggelar berbagai soaialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengejar taget minimal 95 persen itu.

Ia mengaku, telah bersosialisasi di SMPN 1 Bunguran Timur karena di sekolah itu animo pelajar cukup rendah. Di mana dari 269 jumlah siswa, hanya 10 siswa saja yang bersedia di berikan vaksin.

”Kondisi ini terjadi secara keseluruhan di Kepri, maka kami bersama tim dari Dinas Kesehatan Kepri melakukan sosialisasi. Mudah-mudahan masyarakat semakin semangat,” pungkasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here