Keranjingan Beri Makan Kambing-Ayam

0
374
WISMAN sedang asyik berfoto saat memberi makan ayam di Kampung Baru Lagoi, baru-baru ini. f-jendaras/tanjungpinang pos

Keceriaan Turis Ketika Berwisata Ke Perkampungan Di Bintan

Berwisata ke Lagoi sudah pasti identik dengan resor dan hotel mewah serta pantai berpasir putih dan harga yang mahal untuk menikmati semua keindahan dan fasilitas di sana.

TANJUNGUBAN – Namun siapa sangka, di wilayah pariwisata kelas dunia ini ternyata ada perkampungan masyarakat lokal yang juga menarik wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang dan menikmati kehidupan lokal masyarakat pesisir.

Meski bukan merupakan destinasi wisata yang dikelola secara resmi dan profesional, namun kehidupan warga yang masih tradisional tersebut menarik rasa penasaran untuk datang para turis.

Apalagi mungkin gaya kehidupan masyarakat tradisional ini belum pernah dilihat atau dirasakan oleh wisman yang tinggal di wilayah perkotaan negara maju. Saat berwisata ke Kampung Baru Lagoi, wisman dapat melihat langsung kehidupan masyarakat pesisir Bintan. Mulai dari memasak, membuat kue, kerajinan tangan, memberi makan hewan ternak hingga memancing ikan secara ngarung.

Lalu Sabri, warga Kampung Baru Lagoi yang juga penggagas wisata Kampung Baru Lagoi mengatakan, wisata tersebut merupakan kerja sama antara warga dan pihak hotel. Hal ini karena banyak tamu hotel yang ingin datang melihat kehidupan warga lokal Bintan.

Dikatakannya, meski hanya datang berkunjung ke kampung, namun wisman sangat senang, apalagi mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal yang ramah. Dijelaskannya, adapun agenda kunjungan wisman ke kampungnya adalah untuk melihat kehidupan masyarakat, melihat konservasi penyu, kerajinan tangan hingga menikmati memancing ikan.

”Mereka (wisman) sangat senang berbaur dengan masyarakat, apalagi saat memberi makan ayam dan kambing. Mereka terlihat keranjingan, mungkin mereka tidak pernah melihat ayam, apalagi memberi makan ayam,” sebut Sabri.

Dikatakannya, seperti kegiatan memancing, wisman juga diajak memancing ikan di pinggir pantai atau biasa disebut dengan istilah ngarung. Umpannya pakai pumpun. ”Cari pumpun di pinggir pantai juga mereka ikut, pakai air beras. Menarik pumpun keluar dari pasir juga mereka senang melihatnya. Kemudian memancing dan mendapatkan ikan juga mereka sangat senang,” sebutnya.

Sabri menjelaskan, kegiatan berwisata tersebut juga turut memberdayakan dan mendatangkan keuntungan ekonomi bagi warga sekitar. ”Ini sudah lama berlangsung, biasanya pihak hotel kan mengontak kami sehari sebelum kedatangan wisman. Harapan kami ini akan terus berlanjut dan berkembang. Sehingga masyarakat akan lebih mendapatkan manfaat besar dari keberadaan wisman yang melimpah ruah datang ke Lagoi,” ucapnya.

Ia mengatakan juga, diharapkannya peran pemerintah lebih memperhatikan kampung tersebut, terutama mengenai akses jalan menuju kampung yang belum tertata rapi dan masih kondisi tanah.

”Kalau kampung ini mendapatkan perhatian dan pembangunan dari pemerintah, bisa jadi ini menjadi kampung khusus destinasi wisata di Lagoi,” tambahnya.(JENDARAS KARLOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here