Kerja di Bapas, Bikin Skripsi Kehidupan Mantan Napi

0
278
ISWANDI foto bersama orangtua Rizun dan ibu Sumarni serta putri tercintanya Nisrina Khairunnisa saat acara wisuda, Sabtu (26/1) di Hotel BBR Tanjungpinang. F-istimewa

Iswandi, Lulusan Stisipol RAJA HAJI Dengan IPK Cumlaude

Memperoleh predikat lulusan terbaik (Cumlaude) di Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Iswandi mengatakan penghargaan yang diraihnya adalah bonus dari hasil kuliah yang ditempuhnya.

TANJUNGPINANG – Dengan membuat skripsi tentang kehidupan sosial mantan narapidana, yakni ia berkonsentrasi pada Adaptasi Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat Para Mantan Narapidana.

Iswandi, alumni Stisipol Raja Haji Prodi Sosiologi yang pada Sabtu (26/1) kemarin diwisuda memperoleh nilai A pada skripsinya dan juga predikat lulusan cumlaude.

Pria asli Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpinang.

Karena pernah bertugas mengawasi narapida, ia pun tertarik membahas tentang kehidupan sosial mantan narapidana.

”Pada skripsi itu, saya lebih membahas tentang teori Labeling. Karena masyarakat yang tersandung kasus hukum, tentunya akan sangat sulit untuk bekerja dan sebagainya karena masih dicap sebagai mantan narapidana,” jelas Iswandi, putra kedua dari bapak Rizun dan ibu Sumarni, Selasa (29/1).

Menurutnya, siapa pun masyarakat yang menyandang status narapidana berhak mendapatkan kesempatan kembali ke kehidupan sosial seperti sediakala.

Untuk itu, lanjut Iswandi, pemerintah dan masyarakat diminta agar memberikan kesempatan kepada mantan narapidana ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Kesempatan yang dimaksud, dengan memberikan kemudahan persyarakat dalam hal memperoleh pekerjaan.

Apa yang terjadi saat ini, masyarakat dengan label mantan narapidana dijauhi masyarakat. Konstruksi negatif masyarakat terhadap mantan narapidana, tentunya menjadi latar belakang utama fenomena ini muncul.

”Seakan, mantan narapidana tersebut tidak diberikan kesempatan lagi oleh masyarakat untuk berubah jadi lebih baik. Ini yang saya khawatirkan, dan saya tekankan mereka mantan narapidana tidak selamanya buruk di mata kita. Mereka bukan sampah masyarakat, dan mereka warga negara yang juga berhak memperoleh hak sosialnya kembali di tengah masyarakat,” jelas Iswandi.

Ayah satu anak ini, mengajak masyarakat agar memberikan kesempatan bagi mantan narapidana kembali berbaur dalam status sosial warga biasa. Diakuinya, walau hal itu tidak mudah untuk kembali dan berbaur di tengah masyarakat.

Diskriminasi yang ditunjukkan oleh masyarakat, terhadap mantan narapidana menjadi fenomena yang tidak seharusnya terjadi di tengah masyarakat. Sebab, para narapidana yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) telah dibina.

”Tanpa penerimaan, mantan narapidana justru bisa kembali melakukan hal-hal negatif. Namun, dengan penerimaan dari keluarga dan masyarakat maka mantan narapidana bisa diberdayakan,” ungkap Iswandi yang sehari-hari kini bertugas di Bapas Kelas II Tanjungpinang.

Iswandi pun berterima kasih kepada dua dosen pembimbingnya, yakni Miswanto S.Sos Msi dan Endri Bagus Prasetyo S.Sos, Msi yang telah membinanya dalam pembuatan skripsi hingga memperoleh nilai A.

Ia pun dengan penuh keyakinan, ketika menjalani sidang skripsinya di hadapan para penguji yakni Drs Zamzami A. Karim M.A, Desmayeti Arfa S.Sos, M.Soc. SC, Rianto S.Sos, MA.

”Saya hanya fokus sedari awal kuliah, dan Alhamdulillah kalau dapat nilai A. Bagi saya itu bonusnya, apa yang saya kerjakan semasa kuliah. Awalnya, saya menargetkan ketika masuk kuliah di Stisipol Raja Haji paling lama menyelesaikan kuliah selama 5 tahun. Namun, ternyata lebih cepat dan hanya 4 tahun lebih sedikit saja,” kenang ayah dari Nisrina Khairunnisa, dan suami dari Sofianty ini.

Terakhir, ia pun menambahkan apa yang dicapainya selama ini adalah doa dari kedua orangtua. Menurutnya, restu dan doa dari kedua orangtua adalah yang paling didengar oleh Allah Swt untuk anak-anaknya kelak menjadi sukses. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here