Kerja Mengabdi dari Gawai

0
150
IMAJI

DUNIA bergerak cepat. Kemajuan teknologi yang tak terbendung. Bak arus yang menggerus. Tak mungkin dilawan. Beradaptasi dan mengikut jadi pilihan tak terelakkan. Menyentuh segala ranah. Fotografi jua tanpa terkecuali. Sesuatu yang pada mulanya begitu rumit dan jarang, kini jadi lebih sederhana dan gampang.

Ihwal mengabadi apa yang tertangkap mata mewujud imaji. Dahulu, tidak sembarang orang bisa melakukan. Tapi zaman, dengan kecepatan perubahan, memudahkan. Kini, mengabadi imaji bisa jadi kerja siapa saja. Dari balik gawai yang kian hari kian mumpuni, warna-warna dari mata bisa berpindah indah. Poles tipis-tipis, foto-foto jadi manis.

Namun, gampang itu nisbi belaka. Pada dasarnya mengabadi dari gawai kompleks adanya. Juga dibutuhkan latihan berkali-kali. Tak lagi asal menangkap dengan sentuhan jari. Renik-renik teknik memang penting, tapi jauh lebih utama lagi keintiman. Baik itu dengan alam atau orang-orang sekitar. Sesuatu yang tidak pernah bisa dibeli sepaket dengan kotak kamera baru dari gerai.

Jika ada yang menyanggah ketaksejajaran ini tidak perlu berang. Bebas-bebas pendapat belaka melakukan penilaian. Sebab fotografi hari ini adalah sesuatu yang menyenangkan. Bukan untuk menyulut pertikaian. Jika kita tidak bisa bersenang-senang dengan fotografi sebagai seni, lantas bagaimana hendak hidup yang luar biasa ini mesti disyukuri? Bersuka-sukalah. Itu sebaik-baik pesan menekuni fotografi.***

HAFR NELSON,
Mahasiswa Sastra 

Perancis di Malang asal Tanjungpinang.
Menikmati jalan-jalan.
Ikuti galerinya di akun Instagram @hafrnelson

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here