Kerja Sama dengan Kampus Singapura

0
516
MAHASISWA dan mahasiswi tampil berpakaian khas Melayu di depan Kampus Politeknik Bintan Cakrawala di Lagoi. f-adly hanani/tanjungpinang pos

Politeknik Bintan Cakrawala Mulai Terima Mahasiswa Baru

Sebagai perguruan tinggi pertama di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kampus Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) telah menjali kerja sama dengan kampus yang berada di luar negeri yang salah satu kampus di Singapura.

BINTAN – Kampus yang dijalin kerja sama PBC adalah Management Development Institute of Singapore (MDIS). PBC sendiri sudah mulai menerima mahasiswa baru tahun ini.

Berdirinya Kampus PBC, oleh pihak Yayasan Bintan Resort Cakrawala tentu tidak lepas dari pengalaman mendirikan Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI) yang resmi berdiri 2008 lalu.

Direktur Kampus PBC dan juga SBTI, Endang Winduri S Sos MM menyampaikan, dengan berbekal 10 tahun berdirinya SBTI tentu banyak pengalaman dan pencapaian-pencapaian yang luar biasa diraih.

Salah satunya, alumni yang telah bekerja di beberapa resort ternama Asia hingga Eropa.

Sehingga, lanjut Endang, berbekal pengalaman itu Yayasan Bintan Resort Cakrawala yakin untuk mendirikan Kampus PBC yang akan dibutuhkan oleh alumni SBTI nantinya.

Nantinya, lulusan kampus PBC akan mengisi jabatan-jabatan supervisor maupun fungsional leader di hotel-hotel ternama.

Tujuan itu, tak lain adalah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta profesional di bidang perhotelan di Provinsi Kepri.

”Ini demi anak bangsa. Khususnya anak Kepri yang harus menjadi profesional di tanah kelahirannya sendiri di bidang perhotelan atau lingkup pariwisata. Saya sudah kurang lebih 8 tahun memimpin SBTI,” terang Endang.

Endang melanjutkan, kerja sama dengan Kampus MDIS ke depannya sangat menarik. Salah satunya dengan mengandalkan program Double Degree.

Nantinya, mahasiswa-mahasiswi MDIS bisa kuliah di Kampus Politeknik Bintan Cakrawala (PBC). Seperti halnya student exchange, yang telah dilakukan kampus lainnya.

Begitu juga sebaliknya, mahasiswa-mahasiswi MIDS juga bisa kuliah di Kampus PBC.

”Begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswi Kampus PBC. Nanti bisa kuliah di sana dan menimba pengalaman kuliah di luar negeri selama dua tahun,” jelas Endang.

Namun yang menariknya, kerja sama itu memberikan 2 ijazah sekaligus yang dikeluarkan antara 2 kampus. Jadi, lulusan PBC juga memiliki ijazah dari MDIS begitu juga lulusan MDIS juga memiliki ijazah PBC.

”Namun, kerja sama itu masih dalam tahap proses. Tetapi, sebagai kampus baru untuk PBC. Kerja sama nyata untuk tahap awal yakni pertukaran dosen terkait ilmu perkuliahan. Selain itu, pertukaran mahasiswa-mahasiswi untuk saling mengenal suasana perkuliahan,” ungkap Endang di ruangan kerjanya.

Informasi yang didapat, Kampus PBC kembali membuka tahapan pendaftaran gelombang kedua dan saat ini sudah dimulai.

Untuk gelombang pertama, diketahui sudah puluhan calon mahasiswa yang diterima. Dengan berbekal lokasi kampus yang terintegrasi dengan kawasan wisata berkelas internasional di Lagoi, tentu menjadi keunggulan bagi kampus PBC untuk mengembangkan SDM anak daerah di bidang perhotelan.

Tentunya, kesempatan itu tak dijumpai di kampus lainnya dan menjadi nilai lebih bagi mahasiswa-mahasiswi yang ingin berkarir di industri pariwisata dan siap kerja nantinya. Sebab, baik mahasiswa dari PBC dan SBTI akan lebih mudah untuk mempraktikan ilmunya karena di kawasan Lagoi dipenuhi resort berkelas internasional seperti Nirwana Garden, Bintan Lagoon, The Sanchaya dan lainnya. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here