Kesempatan Warga Kampung Bugis Jadi Artis

0
1294
Dina, salah satu pedangdut andalan Tanjungpinang. f-martunas/tanjungpinang pos

Ratusan Pedangdut Kepri Ikuti Liga Dangdut Indosiar

Kampung dangdut atau kampung Rhoma Irama, itulah sebutan lain untuk Kampung Bugis Tanjungpinang. Seperti sebutannya itu, lagu dangdut selalu mendominasi di sana.

DOMPAK – SETIAP tahun, selalu dilakukan audisi dangdut di perkampungan itu. Harapan mereka, suatu hari ini muncul artis pedangdut papan atas dari sana.

Tahun ini menjadi momen yang tepat bagi mereka. Sebab, Indosiar menggelar Liga Dangdut (Lida) Indonesia. Ini merupakan kompetisi dangdut terbesar dan terbaru Indosiar.

Audisi dilakukan di Gedung Serbaguna Wan Sri Beni Kantor Gubernur di Dompak, Minggu (22/10). Ratusan peserta mengikuti audisi ini dari 7 kabupaten/kota di Kepri.

Indra Iman, pendamping penyanyi dangdut Kampung Bugis mengatakan, karena baru tahu informasi audisi ini, mereka tidak sempat mengirimkan banyak peserta dari Kampung Bugis.

”Sebenarnya banyak penyanyi dangdut dari Kampung Bugis, tapi hanya dua yang kita utus. Mereka itu yang terbaik lah. Mudah-mudahan bisa lolos,” ujarnya kepada wartawan di Dompak saat mendampingi Dian dan Susi, dua utusan dari Kampung Bugis.

Indra yang juga Ketua Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group (FORSA) Kepri ini mengatakan, audisi ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi lagu dangdut bagi warga Kampung Bugis di pentas nasional.

Karena itu, mereka sengaja turut mendampingi Dian dan Susi saat audisi di Dompak. Ia pun berharap, Dian dan Susi lolos sebagai utusan dari Kepri dan bisa juara nasional. ”Ini kesempatan emas. Kebetulan Indosiar mengadakan audisi di kampung kita sendiri,” ungkapnya lagi.

Kampung Bugis, kata dia, sudah terkenal sebagai kampung dangdut. Bahkan, si raja dangdut Indonesia, Rhoma Irama pernah berkunjung ke sana.

Begitu Rhoma Irama tiba di Tanjungpinang, tas diantar ke hotel dan langsung menuju Kampung Bugis. Kali ini, Indra berharap muncul artis dangdut nasional dari Kampung Bugis.

Ijal dan Budi, dua peserta saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos di Dompak mengatakan, mereka tertarik mengikuti audisi tersebut karena memang suka nyanyi lagu dangdut.

Audisi ini merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk berjuang agar bisa maju ke babak berikutnya. Impian menjadi artis papan atas tetap ada.

Meski belum pernah mengikuti audisi tingkat nasional, namun mereka tetap ada keyakinan bisa lolos. Apalagi, mereka sudah latihan semalam suntuk sebelum audisi, kemarin.

Ijal mengatakan, awalnya ia sendiri tidak suka lagu dangdut. Bahkan, ia tak ingin menyanyikan atau menghafal liriknya. Namun, sejak menyaksikan penampilan Danang, jawara Dangdut Academy, pendapatnya soal lagu dangdut berubah.

”Pas Danang yang nyanyi, saya dengar enak. Setelah saya ikut, rupanya enak juga lagu dangdut ini. Sejak itulah belajar lagu dangdut,” jelas pria bertubuh kurus itu.

Beda dengan Budi, aia sudah pernah ikut audisi. Setiap lomba tujuh belas Agustus, dirinya selalu juara lomba karaoke atau lomba dangdut. Kali ini, pesertanya banyak dan rata-rata penyanyi. Saingan banyak. ”Kita berusaha aja Om,” katanya singkat.

Pantauan di lapangan, sejak pagi peserta sudah mulai berdatangan ke lokasi. Ada yang datang sendiri, ada yang datang diantar temannya bahkan diantar kedua orangtuanya.

Nampak para orangtua duduk di teras gedung itu sambil berbincang satu sama lain. Mereka duduk di lantai menunggu anaknya siap mengikuti audisi.

Ada yang langsung pulang dengan kondisi badan lemas serta kurang semangat lantaran anaknya tidak lolos audisi pertama.
Peserta lainnya ada juga yang latihan di luar gedung. Sambil nyanyi lagu dangdut, tangannya turut bergerak dan pinggul digoyang pelan.

Tidak peduli peserta lainnya mendengar suaranya bagus atau tidak, yang penting latihan dulu menjelang audisi. Peserta mengikuti dua kali audisi. Yang lolos audisi pertama, langsung ikut audisi kedua. Yang tidak lolos audisi pertama, langsung pulang.

Helen, Public Relation Indosiar mengatakan, Liga Dangdut Indonesia ini digelar di 34 provinsi di Indonesia. Panitia seleksi akan mengambil 5 penyanyi terbaik dari masing-masing provinsi.

Dari masing-masing lima peserta terbaik tiap provinsi ini, akan dilakukan lagi audisi di Jakarta. ”Juara I masing-masing provinsi akan kita kumpulkan dan bersaing lagi untuk meraih Juara I, Juara II dan Juara III. Yang Juara I nanti akan mewakili Indonesia di tingkat Asia,” jelas Helen di lokasi audisi.

Untuk peserta lima terbaik dari Kepri akan dihubungi lewat ponselnya masing-masing. Paling lambat Januari 2017 sudah ketahuan siapa lima peserta terbaik dari Kepri ini. Adapun pesertanya usia minimal 15 tahun dan maksimal 25 tahun.

Musik dangdut yang menjadi khasanah musik Indonesia, semakin diminati banyak kalangan. Sebagai stasiun televisi yang berkomitmen terhadap perkembanganmusik dangdut di tanah air, Indosiar pun selama beberapa tahun terakhir telah menggelar beberapa ajang pencarian bakat hingga ajang penghargaan yang didedikasikan kepada insan dangdut.

Menjelang usianya yang ke-23, Indosiar kembali melakukan gebrakan terbarunya dengan menggelar Liga Dangdut Indonesia. Ajang pencarian bakat penyanyi dangdut terbesar dan terbaru persembahan Indosiar ini akan menjaring bakat-bakat penyanyi dangdutterbaik di 34 provinsi Indonesia.

Soediro Asbi Soetomo selaku Executive Producer of Indosiar mengatakan, antusiasme peserta di Kepri sangat tinggi walaupun tadi pagi sempat hujan. ”Tapi tidak mengurangi semangat peserta untuk hadir di Gedung Aula Wen Seri Beni Pulau Dompak Tanjungpinang ini,” katanya.

Indosiar ingin mendapatkan 5 perwakilan peserta Liga Dangdut Indonesia dari Kepulauan Riau dengan kualitas yang maksimal baik sisi suara maupun tentang budaya Kepri. Nantinya peserta tidak hanya diharapkan bisa menyanyi dangdut tapi juga menjadi duta dari Provinsi Kepri yang akan memperkenalkan potensi wisata di provinsi ini. (MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here