Kesenian Kuda Lumping Masih Diminati Warga

0
296
AKSI kesenian Kuda Lumping yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-73. f-hardiansyah/TANJUNGPINANG POS

NATUNA – Kesenian kuda lumping yang digelar oleh sanggar Taruno Mudo dalam memperingati Hari Pers Nasional ke-73, di kabupaten Natuna masih diminati masyarakat Kota Ranai. Warga memadati lapangan pentas di pantai kencana, Sabtu (9/2) sore.

Mereka menyaksikan kepiawaian para penari kuda lumping, dari berbagai usia mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Tanpa canggung dan rasa malu, para pemain kuda lumping larut dalam alunan musik gamelan (musik jawa) yang dimainkan oleh para sesepuh.

”Kegiatan pagelaran kuda lumping ini, kita adakan untuk menyambut peringatan HPN ke-73 di Kabupaten Natuna,” Kata Sholeh Arianto, koordinator acara hiburan kesenian kuda lumping, di Pantai Kencana. Sabtu (9/2) kemarin.

Sholeh mengatakan, sekarang ini kesenian kuda lumping sudah mulai ada geliat peningkatan.

Terlebih, lagi banyak kegiatan yang meminta agar bisa menampilkan kesenian tersebut.

Tak heran juga, jika para penari juga melibatkan anak-anak.

Kesenian kuda lumping, yang pernah dianggap ekstrim oleh sebagian masyarakat. Sekarang ini, kesenian itu lebih mengedapankan tontonan menarik bagi para pengunjungnya.

Bahkan, penari mampu membuat penonton tertawa dengan atraksi lucunya.

”Dahulu banyak yang bilang kalau kesenian kuda lumping sangat ekstrim dan keras, jadi tidak boleh anak-anak untuk melihatnya. Namun, dengan perkembangan zaman kesenian ini, lebih mengedepankan keindahan budaya tarian kuda lumping. Makanya, pelan-pelan kita sampaikan kepada penonton. Bahwa kesenian ini, hadir hanya untuk hiburan,” ungkapnya.

Terlebih lagi kata dia, kesenian kuda lumping saat ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi sesama anggota dan warga tempatan.

Selain itu juga, untuk mengobati warga jawa yang merantau di Natuna akan kampung halaman.

”Bukan uang yang mereka cari, tapi kebersamaan. Pemain akan merasa puas jika masyarakat (penonton) puas dengan penampilan mereka,” paparnya.

Lebih lanjut, Sholeh mengaku terharu, pada acara HPN ke-73, kesenian kuda lumping bisa ambil bagian untuk menghibur masyarakat Natuna.

”Ucapan terimakasih dari pengurus kuda lumping Taruno Mudo, untuk seluruh insan pers yang sudah memberikan kesempatan kepada adik-adik dan orang tua pecinta seni kuda lumping tampil di acara HPN. Semoga pers Natuna selalu eksis,” ujar Sholeh sembari mempersilahkan rekan media masuk ke arena pertunjukkan untuk bersalaman dengan penari kuda lumping yang saat itu sedang kerasukan.

Diakhir pertunjukkan, Sholeh berharap, kesenian kuda lumping terus hidup dan selalu menghibur masyarakat pada kegiatan kerakyatan. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here