Keterbatasan, Bukan Jadi Alasan Jaga Kedaulatan

0
430
AWAK media foto bersama degan pihak Lanal setelah coffee morning dengan latar belakang kapal KRI AHP-355. f-istimewa

NATUNA – Komandan Lanal Ranai Letkol Laut (P) Harry Setyawan SE menegaskan, pihaknya siap menjaga keamanan kedaulatan laut Natuna Utara meski ada keterbatasan armada laut.

Hal itu diungkapkan ketika menggelar coffee morning bersama awak media di Lounge Room KRI Abdul Halim Perdanakusuma (AHP) 355, Sabtu (3/3).

Saat itu, Letkol Laut (P)Harry Setyawan didampingi Komandan KRI AHP-355 Letkol Laut (P) Tunggul serta Komandan Markas Komposit Marinir Letkol Laut (P) Gugun SR.

Harry Setyawan menuturkan, wilayah Kepulauan Natuna yang merupakan kepulauan terluar diujung utara Indonesia penting sekali dijaga kedaulatan lautnya.

Natuna juga merupakan pagar Indonesia yang memerlukan kekuatan militer yang sangat besar. Sehingga, perlu sekali memiliki minimal tiga kapal perang besar untuk menjaga kedaulatan laut Natuna.

Tujuannya agar terhindar dari pencurian ikan oleh negara tetangga serta untuk menjaga kekayaan alamnya agar tidak dijarah.

”Ancaman terbesar di laut Natuna Utara ini yang sering terjadi adalah, pelanggaran kedaulatan laut oleh nelayan luar di wilayah Laut Natuna Utara. Mereka sering di tangkap akibat mencuri ikan di perairan laut Natuna,” ucap Letkol Harry.

Saat ini, dikatakan Letkol Harry, kekuatan militer di Natuna saat ini sudah mulai ditingkatkan baik darat, udara, dan lautnya. Terbukti sekarang sudah terlihat banyaknya pembangunan pangkalan militer di Natuna.

Saat ini, pertahanan dilaut selalu menjadi pantauan KRI AHP-355. ”Meski kapal KRI AHP-355 umurnya sudah cukup tua, namun selalu diperbarukan mulai dari perlengkapan dan peralatannya yang tidak kalah dengan kapal lainnya seperti senjata maupun perangkat perisai udalnya. Kami siap menjaga kedaulatan laut Natuna,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan KRI AHP-355 Letkol Laut (P) Tunggul juga menyampaikan hal yang senada.
Bahwa KRI AHP-355 tidak kalah hebatnya, dan mampu menyaingi kapal perang lainnya.

”KRI Abdul Halim Perdanakusuma 355. Merupakan salah satu kapal perang milik Indonesia yang dibeli oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1986 dan dibuat di Belanda pada tahun 1967 dan saat ini usia kapal tersebut genap 51 tahun,” jelas Tunggul.

Letkol Tunggul juga menambahkan KRI AHP-355, salah satu kapal perang yang tergabung dalam Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Timur.

Kini kapal buatan Belanda ini, ditugaskan ke Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Barat. Selain itu, juga akan melaksanakan Operasi Laga Sagara 2018 salah satu operasi menegakan kedaulatan kawasan.

”Dari pangkalan Surabaya, kami sudah sebulan bertugas di Laut Natuna, dengan jumlah personel 156 orang, kami terus menjaga Laut Natuna Utara, agar tak diganggu kapal-kapal asing illegal. Kita siap menjaga pagar laut Nusantara di Natuna,” tandasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here