Keterbatasan dan Riak-riak Bukan Penghalang

0
41
Pelajar Kota Tanjungpinang menampilkan tari kolosal, pada saat pembukaan Porprov Kepri. F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

Catatan PB Porprov Kepri Setelah Atlet Pesta Medali

TAK disangka, penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV Kepri berakhir sukses. Sebagian atlet berpesta medali, sebagian lagi evaluasi diri. Padahal, dana yang digelontorkan hanya Rp 2 miliar, dari Rp 10 miliar yang diperlukan KONI Kepri.

TANJUNGPINANG – Pesta olahraga dari 27 cabor yang dipertandingkan pada ajang Porprov ke-IV Kepri ditutup Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Sabtu (1/12) lalu. Tapi, suasana Porprov masih terasa hingga, Senin (3/12) kemarin. Tak sedikit atlet yang meraih medali, masih merayakan keberhasilannya.

Tak hanya atlet yang belum bisa melupakan pesta olahraga empat tahunan ini. Panitia Besar (PB) Porprov ke-IV Kepri masih merasakan hal sama. Hanya saja, suasana itu dalam bentuk catatan-catatan kecil, sebagai evaluasi untuk penyelenggaraan Porprov Kepri di tahun 2022 nanti.

”Pertama, kita bersyukur Porprov sudah berjalan lancar dan sukses, tak ada kendala yang berarti. Ada memang riak-riak. Tapi masih dalam tahapan wajar dan tidak sampai terganggunya pelaksanaan porprov secara umum,” kata Amri Sekretaris PB Porprov ke-IV Kepri, saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos, Senin (3/12) kemarin.

PB Porprov mengakui, masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan Porprov ke-IV Kepri, pekan lalu. Tapi itu lah porprov. Semua pihak sama-sama memakluminya. Venue yang serba terbatas, pendànaan yang sangat minim, sampai dengan persiapan Porprov yang terlalu singkat.

Pada saat pertandingan, keabsahan atlet menjadi topik yang hingar diperbincangkan. Padahal, ketentuan umum yang disepakati bersama sudah baik dan maksimal dijalankan. Hanya, pemahaman beberapa kontingen peserta maupun panitia pelaksana, yang tidak mencermati atau pun belum mempelajari sedetail mungkin. Sehingga, implementasi regulasi di lapangan tidak terlaksana secara baik.

”Ini yang memicu dan menimbulkan riak-riak dari kontingen. Kalau pun ada regulasi yang tidak tepat, maka ke depan dapat dibahas kembali sebagai perbaikan menuju kesempurnaan,” jelas Amri.

Momen pembukaan, penutupan maupun welcome dinner dan prosesi kirab api Porprov sangat berjalan sempurna. Tugas dan tanggung jawab penuh tuan rumah Tanjungpinang patut diberi aplaus. Sementara, Pemprov Kepri maupun Pemko Tanjungpinang sangat terbatas dalam mengalokasikan anggaran. Belum lagi persiapan Porprov yang begitu singkat, hampir saja dibatalkan. Tapi tidak sampai batal.

”Jika ada kekurangan sana dan sininya, atau yang masih mengganjal bagi kontingen, saya atas nama pribadi, PB Porprov dan KONI Provinsi Kepri menyampaikan permohonan maaf. Satu tugas tersisa, yaitu penetapan tuan rumah Porprov ke-V Kepri, pada tahun 2022 mendatang,” tuturnya.

Kini, Porprov ke-IV Kepri sudah berlalu. Tugas semua pihak masih panjang. Mulai dari menyiapkan atlet berprestasi dari Porprov ini, untuk menuju Porwil maupun pra PON. Satu tantangan besar pun harus dilalui, atlet Kepri mesti lolos ke PON 2020 di Papua, guna mendulang emas sekaligus perbaiki peringkat di multi empat tahunan nasional itu.

”Keterbatasan dan riak-riak bukan penghalang untuk menyukseskan Porprov ke-IV Kepri. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan KONI Kepri, serta masyarakat luas Kota Tanjungpinang,” demikian disampaikan Amri. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here