Ketua BPD Desak Pemkab Perbaiki Pelabuhan

0
92
Terlihat pelabuhan Desa Rewak yang sudah rusak parah dan butuh perbaikan f-indra gunawan/tanjungpinang pos

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rewak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas mendesak Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anambas untuk menganggarkan pembangunan pelabuhan Desa Rewak yang kini sudah tidak layak pakai.

ANAMBAS – Aspirasi atau usulan ini ia sampaikan atas keluhan masyarakat kepada pihak desa. Menurutnya, ia berkewajiban menyampaikan hal itu ke Pemda serta DPRD Anambas khususnya yang dapil III Jemaja dan Jemaja Timur.

Di Desa Rewak, sebutnya, hanya ada satu pelabuhan yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas di pelabuhan.

“Dulu pernah direncanakan pembangunan pelabuhan dari dalam bakau. Tapi, jika dihitung akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Kenapa, jarak dari alur sungai itu menuju air yang dalam supaya kapal bisa labuh cukup jauh,” kata Heri Hendriko selaku Ketua BPD Desa Rewak kepada wartawan, Kamis (6/9).

Menurutnya, perlu ada kajian ulang tentang perubahan terkait pengalihan lokasi pembangunan pelabuhan. Alangkah baiknya lokasi pelabuhan yang lama itu dibangun kembali, kini pelabuhan tersebut sudah rusak dan bahkan akan ambruk.

“Saya harapkan pembangunan pelabuhan dilakukan di lokasi pelabuhan yang lama saja. Akses jalan menuju pelabuhan juga sudah baik dan akan selesai pada tahun 2018 dengan dilakukan pengaspalan jalan,” terang dia.

Kata dia, mayoritas penduduk Desa Rewak berprofesi sebagai petani kebun, sebagian lagi berprofesi sebagai nelayan yakni masyarakat yang berada di dusun Sedanau, Dapan dan Kusik.

“Masyarakat di dalam lembah Rewak banyak yang bekerja sebagai petani kebun, tapi banyak juga sebagai nelayan,”ujar dia.

Lanjutnya, ia juga meminta kepada anggota DPRD agar dapat menganggarkan akses jalan menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di Dusun Sedanau Desa Rewak Kecamatan Jemaja. Soal pembebasan lahan untuk akses itu tidak ada persoalan lagi bahkan lokasi TPU sudah dibebaskan oleh sejumlah donatur yang ada di Jemaja.

“Kami juga butuh akses jalan menuju ke TPU di Dusun Sedanau, kemarin di lembah Desa Rewak sudah di bangun akses jalan menuju TPU disana. Kini kami minta di Sedanau pula,” harapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, dalam tahun ini petani pisang yang ada di Desa Rewak mengeluhkan, sebab tidak ada lagi pengepul pisang dengan jumlah yang banyak, akhirnya banyak pisang yang sudah matang dikebun dibiarkan, karena jika dijual juga jumlah pembelinya sangat sedikit.

“Kalau dulu ada pengepul yang membeli pisang dengan jumlah banyak dan akan di jual di luar Anambas seperti di bawa ke kota Tanjungpinang atau kota Batam. Kini sudah tidak ada lagi pengepul tersebut,” ucapnya.

Katanya, kalau ada pengepul lagi, dipastikan ekonomi petani kebun di Desa Rewak tidak kebingungan dan tentu masih bisa bertahan untuk menghidupi dalam rumah tangga. Kini mereka masing-masing mengeluhkan, sebab jumlah tanaman yang ditanam tidak bisa dijual dengan cepat dengan jumlah yang banyak.

“Banyak petani kami yang mengeluhlah, bahwa tanaman pisang mereka tidak ada lagi yang membeli jumlah yang besar. Mudah-mudahan nanti akan ada lagi yang membelinya,” pungkasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here