Ketua Partai, Kepala Sekolah dan Doktor Bertarung di Dapil “Neraka “

0
99

Melihat Peta Politik Caleg Tanjungpinang Dapil Bestari (2)

Perebutan kursi di daerah pemilihan Kecamatan Bestari cukup sengit. Di istilahkan daerah pemilihaan (dapil) “neraka” karena di sana ada ketua partai besar dan juga mantan kepala sekolah hingga mantan Sekda Kota Tanjungpinang yang bergelar doktor.

TANJUNGPINANG – Peppy Candra, Ketua Partai Demokrat tidak risau dengan kondisi peta politik di Kecamatan Bukit Bestari. Sebagai ketua partai, Peppy punya strategi tersendiri untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan di sana.

”Bagi Demokrat, tidak ada dapil “neraka.” Kami anggap dapil “surga” semua. Makanya kita selalu optimis untuk mendapatkan kursi di Bestari,” ujar Peppy, kemarin.

Dapil Bestari tersedia delapan kursi yang akan diperebutkan 128 caleg jika semua partai mengajukan caleg. Karena masing-masing partai menempatkan delapan caleg mereka untuk mendapatkan delapan kursi. Peppy yang tetap dengan nomor urut satu meminta seluruh caleg Demokat untuk turun sosialisasi di tengah masyarakat guna menampung aspirasi.

”Kami perintahkan semua harus turun. Karena kita targetkan mendapatkan dua kursi di Bestari,” ujarnya.

Keyakinan Peppy karena caleg yang diusung Demokrat adalah mereka yang sudah memiliki kiprah di tengah masyarakat Bestari dan mereka bermukim di sana. ”Mereka tokoh semua. Jadi kita yakin,” ujar anggota DPRD kota Tanjungpinang itu.

Di dapil Bestari, ketua partai yang ikut bersaing merebut kursi di antaranya Peppy Candra Ketua Demokrat Tanjungpinang. Kemudian ada Sukandar, Ketua DPC PDIP Tanjungpinang dan Agus Djurianto sebagai Sekretaris DPC PDIP. Kemudian ada Rona Andaka Ketua Hanura Tanjungpinang. Lalu ada Saproni, Wakil Ketua DPD PAN Tanjungpinang.

Di sana juga ada Sekretaris DPD Golkar Tanjungpinang Untung Setiawan, elit Golkar seperti Betty, dan Bendahara DPD PKS Nasrul dan Muhammad Arif, mantan Ketua PKS Tanjungpinang yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD.

Selain itu, dapil Bestari terdapat beberapa figur publik yang cukup terkenal seperti mantan Sekda Tanjungpinang Syafrial Evi yang mencalonkan diri melalui Partai Perindo. Syafrial sering muncul di media sosial Facebook meminta dukungan.

Yang menarik, di dapil ini juga terdapat beberapa mantan kepala sekolah yang sekarang sudah pensiun seperti Elfizah, mantan kepala sekolah SMAN1 Tanjungpinang. Elfizah mencalonkan diri melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan nomor urut satu.

Dari PDIP, ada Djumadi Yahya yang pernah lama menjadi kepala sekolah di SD Teladan Tanjungpinang. Ia juga Ketua Umum Ikatan Kerukunan Tambelan (IKT) Tanjungpinang di internal PDIP cukup diperhitungkan karena selain memiliki basis yang jelas yakni keluarga Tambelan, Djumadi juga lama menjadi ketua RW di Bestari.

”Lebih dari 30 tahun saya mengabdi sebagai guru. Sekarang saatnya saya menyerahkan sepenuhnya energi dan pikiran yang saya miliki untuk berjuang bersama PDIP menjadi wakil rakyat mewakili Bestari,” kata Djumadi kemarin.

Dikatakan, dengan sistem suara terbanyak proporsional, maka caleg PDIP masing-masing bekerja keras untuk mendapatkan kursi sebanyak-banyaknya. ”Jika pemilu 2014 kami mendapatkan dua kursi, 2019 diharapkan lebih dari dua. Minimal tetap bertahan di dua kursi,” kata Djumadi yakin.

Dia melihat peta politik di Bestari sangat sengit. Karena di sana selain diramaikan dengan hadirnya elit partai Tanjungpinang, dapil tersebut diisi dengan banyak ragam profesi mulai dari mantan guru, kepala sekolah, mantan Sekda, pengusaha dan tokoh tokoh agama.

”Sehingga dinamika di Bestari memang terasa ramai. Tapi semua tergantung sejauh mana masing-masing partai dan caleg mendekati masyarakat,” kata Djumadi yang baru pertamakali nyaleg.(PATRIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here