Ketua Pilkades Gelar Aksi, Akui Pegang Kunci Gembok

0
397
DATANGI KANTOR: Karim ketua panitia Pilkades Bintan Buyu yang telah undur diri, mendatangi Kantor Bupati Bintan, dan meminta agar sengketa pilkades diselesaikan. f-yendi/tanjungpinang pos

BINTANBUYU – Ketua penyelenggara Pilkades Bintan Buyu yang telah undur diri, Karim justru melaksanakan aksi ke Kantor Bupati Bintan, Kamis (27/7) kemarin. Saat aksi itu, Karim mengakui memegang kunci gembok kotak suara, sebelum dilakukan penghitungan ulang di Kantor Camat Teluk Bintan. Namun demikian, Karim bersikukuh hasil penghitungan suara ulang di Kantor Camat dan dimenangkan oleh calon nomor urut 2 (Khafizul) itu, tidak sesuai dengan aturan. Karim menyatakan, calon nomor urut 3 (Sunardi) yang menang, sesuai dengan penghitungan suara, saat Pilkades 27 April 2017 lalu.

”Memang saya akui, saat kotak suara dibawa dan disimpan di kantor camat, saya yang pegang kunci gembok. Tapi, apakah dijamin surat suara itu aman selama sepuluh hari di Kantor Camat Teluk Bintan. Ini yang saya ragukan,” kata Karim, kepada wartawan saat melakukan aksi bersama 50-an warga yang membawa spanduk agar Sunardi dilantik.

Karim menjelaskan, pada saat penghitungan ulang, ditemukan beberapa surat suara yang dianggap tidak sah. Terutama di TPS 4 dan TPS 5. Tapi, surat ada kejanggalan terhadap nomor urut 3, seperti dicoblos dua kali. Sehingga, setelah penghitungan ulang, perolehan suara untuk Sunardi berkurang, dibandingkan hasil penghitungan Pilkades, 27 April. ”Saya masih ingat waktu 27 April lalu, setelah dilakukan penghitungan suara. Saat itu, Sunardi unggul 7 suara dari Khafiz. Nah, dari lima calon yang hadir, Khafiz menyatakan ragu hasil penghitungan itu. Tapi, dia tidak buat surat keberatan. Calon nomor urut 5 keluar ruangan, tanpa alasan yang jelas,” kenangnya.

Menurut Karim, itu awal sengketa Pilkades Bintan Buyu, sampai berlanjut ke tingkat kabupaten dan penghitungan ulang di kecamatan. ”Yang sah itu, hasil penghitungan Pilkades 27 April. Kami minta Pak Bupati dan Pak Wabup bersikap tegas dan menyelesaikan masalah ini. Kalau tak selesai, kami akan bawa massa lebih banyak lagi,” ancam Karim.

Massa dan Karim meninggalkan Kantor Bupati Bintan, setelah tidak berhasil menemui kepala daerah. Ia merencanakan, aksi kembali dilaksanakan, Senin (1/8) nanti. Sebelumnya, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta perangkat Desa Bintan Buyu, membicarakan tentang proses dan aturan Pilkades. Warga dan calon Kades lainnya M Ali meminta agar Bupati Bintan H Apri Sujadi segera melantik Khafizul. Mahasiswa Bintan juga meminta segera melantik Khafiz. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here