Kewenangan Jadi Alasan Nilai UN Anjlok

0
394
UJIAN: Siswa SMK sedang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer, belum lama ini. f-ADI/tanjungpinang pos

ANAMBAS – MENEMPATI urutan terakhir pada hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA dari se-kabupaten/kota, bidang pendidikan di Kabupaten Anambas diminta untuk berbenah.

Sedangkan, hasil UN tingkat SLTP Anambas di peringkat ke-5 dari 7 kabupaten-kota yang diumumkan, Jumat (2/6) kemarin. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten (Disdikpora) Asiah mengatakan, hasil tersebut akan ditingkatkan dengan hasil kelulusan 100 persen.

”Untuk UN tingkat SLTA kita peringkat terakhir dan SLTA Anambas hanya menduduki peringkat 5 setelah Batam, Tanjungpinang, Bintan, Tanjungbalai Karimun,” ujar Asiah, Selasa (6/6).

Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Anambas menduduki peringkat empat setelah Batam, Bintan dan Karimun. Ia menjelaskan, buruknya peringkat UN SLTA dikarenakan kelulusan Anambas belum bisa mencapai 100 persen.

Dari 739 siswa yang terdaftar dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT), masih ada siswa yang tidak lulus sebanyak 10 siswa. Untuk tingkat kelulusan siswa SLTP hanya 98,87 persen, jumlah yang tidak lulus tersebut termasuk dua siswa SLTA tidak lulus dan termasuk dua siswa dari MTs.

”Untuk mengatasi adanya siswa yang tidak lulus tersebut, maka siswa tersebut bisa mengulang seluruh pelajaran,” jelasnya.

Jika yang bersangkutan keluar dari sekolah, maka dapat menempuh paket B. Menurutnya, dunia pendidikan di Kabupaten Anambas mulai mengalami penurunan.

Dari hasil pengumuman tersebut ternyata, Anambas menduduki ranking terakhir dari tujuh kabupaten/kota di Kepri. Peringkat tersebut di bawah Kabupaten Lingga, yakni dengan nilai 46,43 dan Kabupaten Natuna denga rata-rata 44,66.

”Anambas hanya mendapatkan nilai ujian rata-rata tingkat SLTA dengan perolehan 40,58. Nilai tersebut sangat jauh, jika dibandingkan dengan nilai rata-rata SLTA se Provinsi Kepri yang mencapai 53,89,” ungkapnya.
Apalagi dengan peraih peringkat tertinggi yakni Batam, yang nilai rata-ratanya mencapai 60,02.

Buruknya peringkat UN Anambas, Asiah mengaku tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, ia beralasan karena kewengangan pendidikan menengah dan tinggi telah diambil alih kewenangannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here