Kewenangan Pemkab Sudah Lemah

0
505
Bupati Hamid Rizal ketika mengunjungi pabrik kopra di Kecamatan Midai.f-dokumen/tanjungpinang pos

Bupati Natuna Hamid Rizal menegaskan, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku kewenangan atas tambang, energi dan hutan kini sudah tidak ada lagi di daerah melainkan diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

NATUNA – Hal ini jelas banyak potensi yang tidak bisa dikelola langsung oleh daerah. Sebab, daerah tidak diberikan kewenangan oleh negara untuk mengelolanya.

”Sekarang ini daerah bisa dikatakan cukup lemah. Sebab, kekayaan alam seperti hutan, minyak dan gas, energi lainnya, laut dan sebagian pendidikan diambilalih oleh Pemprov Kepri. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, pada potensi alam yang kita miliki saat ini,” sesal Hamid Rizal, di hadapan puluhan pegawainya di Gedung Sri Srindit Ranai, kemarin.

Baca Juga :  Logistic Base Migas Harus di Natuna

Atas kebijakan itu, Hamid mengaku bahwasanya daerah tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela diri. Hal itu dikarenakan, sistem itu telah diatur dalam perundang-undangan negara. ”Kalau begini kita nak berbuat apa. Kita taati saja aturan itu,” sambungnya.

Sebelumnya, daerah diberikan kewenangan atas hal-hal di atas baik pada level pengamanan, pengawasan hingga eksploitasi. Sehingga, sumberdaya tersebut juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

”Kalau sebelumnya masih ada kita diberikan kewenangan seperti di laut, kita diberi kewenangan hingga 4 mil dan hutan masih bisa kita kelola begitu juga dengan Migas dan Energi kita masih dapat andil di sektor ini. Tapi sekarang, semuanya sudah tidak ada lagi dan urusannya semua berada di level provinsi,” terangnya.

Baca Juga :  Ansar Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim Sedanau

Namun begitu, Bupati Hamid mengingatkan semua pihak yang ada di daerah terutama sekali pegawainya agar tetap semangat dan berkarya dalam mengelola sumberdaya yang tersisa.

”Kita tidak punya pilihan lain, selain menggerakkan apa saja yang kita diberikan kewenangan oleh negara untuk mengelolanya seperti industri kerajinan tangan, pariwisata, perkebunan, pertanian dan lain sebagainya. Kita harus berkarya dan berinovasi pada hal-hal yang dibolehkan ini,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here