Khawatir Pilwako Sepi Pemilih

0
549
Endi Maulidi

H+10 Lebaran Pencoblosan Digelar

Pengamat Politik Provinsi Kepri Endi Maulidi khawatir tingkat partisipasi pemilih saat pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang pada 27 Juni nanti sepi pemilih.

TANJUNGPINANG – Kekhawatiran tersebut akibat pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang itu bertepatan pada H+10 atau sepuluh hari setelah Lebaran Idul Fitri tahun ini. Meskipun, H+10 lebaran, pegawai dan libur lebaran sudah selesai.

”Pencoblosan Wako dan Wawako 27 Juni itu kan sepuluh hari setelah Lebaran. Was-was saja sepi pemilih,” kata Endi Mauldi, kemarin. Kata dia, kekhawatiran tersebut akan berdampak terhadap angka partisipasi pemilih di Kota Tanjungpinang nanti. Karena, melihat dari beberapa pilkada yang pernah digelar Tanjungpinang, terjadi tren penurunan jumlah partisipasi dari masyarakat.

Baca Juga :  DPT Batam Ganda 59 Ribu

Supaya partisipasi di pilkada meningkat, sambung mantan Ketua PKB Kepri ini, meminta kepada penyelenggarah pilkada, dua calon Wali Kota Tanjungpinang, dan wakilnya, H Lis Darmansyah-Maya Suryanti nomor urut 2 dan H Syahrul-Rahma nomor urut 1, harus melakukan sosialisasi terus untuk mengingatkan warga Tanjungpinang segera kembali ke Tanjungpinang nanti, saat mudik lebaran agar bisa menggunakan hak pilihnya. ”Kekhawatiran saya jangan sampai terbukti. Mari sama-sama mendoakan agar pilkada nanti berjalan lancar dan partisipasi meningkat,” harapnya.

Ia juga mengajak, kepada masyarakat yang mudik Lebaran nanti, agar tidak lama-lama di kampung. Ia juga mempredisikan kalau pilkada Tanjungpinang bakal ramai dan seru.

Baca Juga :  RT dan RW Berlaku Adil ke Peserta Pemilu

Tidak hanya disebabkan karena terjadi head to head antara Lis Darmansyah dengan Syahrul, tapi satu-satunya pilkada digelar di Kepri hanya pilkada Tanjungpinang. ”Pilkada Tanjungpinang barometer partai menuju pemilu 2019 mendatang,” tegasnya.

Masih kata Endi Maudili, dua calon wali kota dan wakilnya, merupakan kandidat terbaik di Tanjungpinang. Dan, siapa yang menjadi pemenang, sambung dia tergangung mesin politik koalisi dan pendukung bekerja maksimal, untuk memikat hati rakyat, dengan program dan visi dan misi. ”Kemenangan juga ditentukan sejauh mana calon Wako menjual program memajukan Tanjungpinang,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here