Kherjuli Ajak Mahasiswa Diskusi Krisis Air

0
482
SUMBER AIR: Lori melintas di jembatan waduk Gesek yang dikelola PDAM Kepri di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan. F-ADLY HANANI/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Aktivis lingkungan dan pemerhati air Tanjungpinang, Kherjuli mengharapkan agar mahasiswa lebih aktif dan berperan melestarikan lingkungan.
Terlebih lagi, kini krisis sumber air di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah masih terbatas.

”Padahal, akademisi punya pengaruh kuat dalam mengawal pemerintah untuk memecahkan persoalan lingkungan,” ujar Kherjuli, Minggu (12/2).

Menurutnya, peran dan aksi mahasiswa untuk memperjuangkan kebijakan soal lingkungan, masih didengar oleh pemerintah daerah. Ini sangat penting sebagai salah satu bahan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakkan penataan lingkungan.

”Selama ini mahasiswa sudah banyak berbuat. Hasilnya akan berdampak baik bagi masyarakat. Kegiatan yang digelar mengarah pada lingkungan serta air,” sebutnya.

Kherjuli mengajak mahasiswa untuk lebih intensif membahas sumber air demi kelangsungan kehidupan masyarakat Kepri. Kherjuli mengaku bersedia menggelar diskusi bersama mahasiswa untuk membahas soal air.

”Saya sangat antusias diskusi soal lingkungan, dan saya yakin ide-ide mahasiswa dapat memecahkan masalah air,” harapnya.

Di tempat terpisah, ketua Mapala Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang Aris Setiyawan menambahkan, pihaknya selalu tertarik untuk menggelar kegiatan bersifat kepedulian terhadap lingkungan.

”Pada 18 Februari ini kami Mapala Stisipol akan menggelar seminar bertemakan Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, mapala Stisipol punya divisi konservasi alam. Hal itu, kata Aris, membuat mapalan tetap komitmen mengajak masyarakat menjaga lingkungan.

Menurutnya, lewat diskusi berbagai masalah tentang lingkungan akan ditemukan solusinya. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here