KIA Vietnam Diseret ke Lanal Tarempa

0
282
Komandan Letkol Laut (P) Nur Rochmad ketika bersama tersangka ilegal fishing KIA. F-Indra gunawan/ tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Satu Kapal Ikan Asing (KIA) asal Vietnam yang sedang beroperasi di wilayah perairan Natuna Utara ditangkap Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Jumat (12/1).

Kapal tersebut ditangkap saat melaksanakan penangkapan ikan di wilayah perairan yurisdiksi nasional di Perairan ZEEI Laut Natuna bagian barat dan tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari Pemerintah Republik Indonesia.

KIA tersebut ditangkap oleh KRI Cut Nyak Dien – 375 di posisi 04°33’286” U – 105°37’886” T sekitar pukul 07.00 WIB dengan jumlah awak kapal sebanyak 15 orang warga Vietnam.

Komandan Pangkalan TNI AL Tarempa, Letkol Laut (P) Nur Rochmad mengatakan, KIA asal Vietnam KG 1916 TS tersebut tertangkap tangan melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap terlarang (jenis Rawai dan Trawl).

Ia menuturkan, keberhasilan penangkapan ini merupakan wujud hasil kerja sama yang baik antara stake holders masyarakat di Anambas dengan TNI AL. “Hari ini telah kita saksikan kembali wujud nyata keseriusan unsur-unsur TNI AL dalam merespon setiap informasi masyarakat khususnya masyarakat nelayan di KKA untuk memberikan efek jera terhadap kapal-kapal asing yang berusaha memanfaatkan kekayaan alam laut Indonesia secara ilegal ”, tuturnya.

Nur Rochmad juga menyampaikan agar masyarakat tidak segan memberikan informasi penting tentang adanya pelanggaran tindak pidana di laut kepada unsur-unsur TNI AL di Lanal maupun KRI yang sedang beroperasi di laut. “Sekecil apa pun informasi tersebut, pasti akan kami respon “,katanya.

Komandan KRI Cut Nyak Dien-375, Letkol Laut (P) Amin Wibowo mengatakan luasnya area lautan yang harus di jaga membutuhkan pola operasi yang efektif. “Informasi yang akurat sangat kita butuhkan dalam setiap penindakan di laut. Kita sangat berterimakasih Lanal Tarempa telah memberikan informasi yang akurat tentang posisi adanya KIA di wilayah perairan Natuna dan Mustahil kami yang di laut bekerja sendiri tanpa adanya sinergitas dan dukungan yang positif dari seluruh stake holders. Tujuannya yaitu terwujudnya kedaulatan dan penegakan hukum di laut yurisdiksi nasional Indonesia,” tuturnya.

Kapal ikan asing tersebut diduga melanggar pasal Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) Jo. Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 Jo. Pasal 9 UU RI No. 45 tahun 2009 Tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia menuturkan, kapal tersebut selanjutnya akan diserahterimakan ke Penyidik TNI AL di Lanal Tarempa guna penyidikan lebih lanjut. (ign)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here