Kinerja Pemprov Bikin Wako Pesimis

0
483
BANJIR: tugu Adipura di Km 11 ikut kebanjiran. f-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah tidak berharap banyak bantuan dari Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun untuk menangani banjir yang selalu melanda Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, bila turun huja.

”Mestinya Pak Gubernur Kepri tahun kewajibanya sebagai kepala daerah. Apa yang harus diperbuat di Kota Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. Termasuk soal banjir di Ibu Kota Provinsi,” kata Lis Darmansyah, kemarin.

Kata Lis, sebagai kepala daerah jangan hanya mencari popularitas serta tebar pesona. Tetapi, sambung Lis kerja itu murni amanah yang diberikan kepada masyarakat terhadap seorang pemimpin di suatu daerah.

Karena sejak terbentuknya Provinsi Kepri, kata dia, Kota Tanjungpinang telah ditetapkan sebagai Ibukota Provinsi Kepri tapi Pemprov diam soal persoalan di ibu kota. Mestinya Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri harus bersinergi membangun Tanjungpinang lebih baik.

Kalau ada permasalahan yang dihadapi di Ibu Kota Provinsi Kepri, dua pemerintahan harus cepat menyelesaikan permasalahan yang ada. Penanganan banjir salah satu permasalahan yang melanda di Ibu kota Provinsi Kepri. Dengan adanya permasalahan ini, Pemko Tanjungpinang sudah berupayah untuk menangani banjir di Ibukota Provinsi Kepri.

”Mudah-mudahan tahun ini, kita akan tangani banjir yang melanda Kampung Kolam,” terang dia. Sekarang, tegas dia, tinggal Pemprov Kepri yang belum menangani banjir di Ibu Kota Tanjungpinang. Taman Harapan Indah (THI) salah satu tempat menjadi langganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri.

Daerah ini perlu ditangani oleh Pemprov Kepri, dalam hal ini Gubernur Provinsi kepri, H Nurdina Basirun karena daerah itu merupakan wewenang Provinsi Kepri. Artinya, Pemko Tanjungpinang tidak memiliki wewenang untuk tangani banjir di THI berada di Jalan DI Panjaitan Km IX Tanjungpinang.

”Kita sudah berulang kali menyampaikan, tapi juga tidak ditangani sampai sekarang ini,” ungkap dia. Lis selalu pegang ucapan Gubernur Provinsi Kepri, H Nurdin Basirun, kalau Pemprov akan membantu penanganan banjir di Ibu Kota Provinsi Kepri.

”Kata beliau (Nurdin Basirun, red), sinergi dan koordinasi. Koordinasi sudah dilakukan. Tapi, Pemprov Kepri yang tidak mau sinergi dengan Pemko Tanjungpinang. Ini buktinya, THI belum juga ditangani,” tegas dia.

Ibaratnya pepatah mengatakan, semut dibalik gunung kelihatan masak gajah di depan mata tidak kelihatan. Apakah kemungkin Gubernur Provinsi Kepri tidak tahu apa yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kepri. Lis minta agar Gubernur menyampaikan ke dinasnya terkait untuk melakukan koordinasi serta sinergi dengan Pemko Tanjungpinang dengan baik.

Supaya dua pemerintahan ini bisa bersinergi dan mudah melakukan koordinasi terutama mengatasi banjir di Ibu Kota.
”Ini perlu sekali dilakukan, koordinasi,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here