Kini, Banyak Pelajar Terlibat Curanmor

0
425
penertiban: Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Efendri Ali bersama anggota Satpol PP saat penertiban warnet tak berizin. F-ISTIMEWA

Warnet Tak Berizin Ditertibkan

Tanjungpinang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang meneritibkan dua warung internet (warnet) yang tak memiliki izin. Penertiban dibantu pihak Polsek Tanjungpinang Timur, Minggu (26/2) sekitar pukul 10.00 pagi.

Dua warnet yang ditertibkan tersebut yaitu Jet Net di kawasan Ganet dan satu lagi di kawasan bandar udara RHF Tanjungpinang tanpa plang nama.

Kasatpol Tanjungpinang, Irianto menuturkan, penertiban dilakukan karena selain tak memiliki izin, juga dinilai meresahkan masyarakat. Yaitu waktu operasional lebih dari ketentuan.

”Kami dapat laporan dari masyarakat warnet tersebut sering tutup hingga pagi. Padahal, sesuai aturan harusnya tutup pukul 24.00 dini hari,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Laporan yang diterima, warnet tersebut menerima siswa di saat masih jam belajar. Padahal, sesuai ketentuan, itu di larang.

Sesuai data dimiliki, sekitar 40 persen dari 116 warnet yang ada di Tanjungpinang masih menerima siswa di jam belajar. Inilah yang dinilai perlu terus ditertibkan dengan melakukan peringatan.

”Sesuai ketentuan jika ada siswa yang masuk warnet di saat jam belajar harus ditolak. Jika tidak, selain siswa yang di tertibkan pemilik warnet juga akan mendapat surat teguran,” ungkapnya.

Rata-rata pengunjung warnet merupakan siswa. Mereka biasanya bermain game. Bahkan sampai larut malam.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi, untuk mendapatkan uang, berbagai cara dilakukan siswa tersebut termasuk mencuri.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Efendri Ali menuturkan, awalnya pihaknya ingin melakukan pencarian atas laporan kendaraan bermotor yang hilang.

Tren yang ada sekarang rata-rata yang melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merupakan para pelajar. Serta biasanya, kendaraan itu di pakai dan dibawa bermain di warnet.

”Kami sedang melakukan patroli keliling ke warnet-warnet mencari motor-motor yang dilaporkan hilang. Disejalankan dengan hal tersebut, ternyata warnet yang kami kunjungi tak memiliki izin, maka bersama Satpol PP yang bertugas, kami ikut membantu . Ini bukan dalam bentuk arogan hanya membantu Pemda dalam meneritibkan administrasi,” ungkapnya.

Ia menilai, para pelajar sekarang sudah banyak yang salah memanfaatkan kemajuan teknologi. Mereka menghabiskan waktu bermain game, bahkan jika tak memiliki uang, berani mencuri dan menjual barang curian tersebut.

”Saya lihat tren Curanmor sekarang itu pelakunya pelajar,” tuturnya.

Selain mencuri motor, banyak juga pelajar berani mencuri hape, uang teman dan lainnya. Jadi positifnya warnet yang seharusnya membantu pelajar menyelesaikan tugas sudah hampir hilang. Hanya sebagian yang memanfaatkan untuk hal itu.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilwahyu mengapresiasi upaya dari Polsek Tanjungpinang Timur ikut membantu menertibkan warnet yang tak menaati aturan.

Ia juga meminta dengan tegas, Satpol PP dapat bekerja keras menertibkan berbagai pelanggaran yang dilakukan pihak warnet.

Jangan sampai para pelajar dibiarkan bermain game hingga larut malam. Bahkan moralnya hilang, karena berani mencuri barang-barang.

Untuk warnet yang memiliki izin namun tak mengikuti Perda Pendidikan, Ketertiban Umum dan tak mengikuti kaidah budaya di Tanjungpinang juga harus ikut ditertibkan.(Desi Liza Purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here