Kini, Transportasi Dua Kampung Sudah Lancar

0
760
BANGUN JEMBATAN: TNI saat membangun jembatan di Desa Toapaya Selatan Bintan, baru-baru ini. f-suhardi/tanjungpinang pos

Ketika TMMD Kodim 0315 Masuk ke Pedalaman Bintan

Belasan tahun masyarakat kesulitan karena jalannya sulit diakses yang menghubungkan Kampung Rawa Bangun dengan Kampung Mantras. Untung TNI masuk membangun.

Bintan – Di desa inilah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 yang digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0315 Bintan. Kehadiran mereka juga yang membuat jalan dua kampung di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan itu kini sudah lancar transportasi.

Tanjungpinang Pos pun turun ke lokasi melihat kemajuan yang dicapai dua desa itu. Malam itu sangat sepi dan tak terdengar berisik sedikitpun, sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah setengah jam melaju naik kendaraan roda dua tibalah di Kampung Rawa Bangun.

Warga di sana mengisahkan, jalan yang mereka lalui setiap hari selain penuh ilalang, juga terpisah lantaran harus menyeberangi aliran sungai selebar 4 meter. Untuk tetap terhubung, warga di dua kampung itu harus menggunakan kayu di atas aliran sungai sebagai jembatan darurat supaya aktivitas warga tetap berjalan.

Hari itu pertama rombongan yang membawa lebih dari ratusan prajurit tentara berseragam lengkap, memusatkan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 di Kantor Desa Toapaya Selatan.

Kegiatan TMMD tersebut berlangsung selama satu bulan penuh. Beragam kegiatan yang mereka laksanakan, mulai dari pembuatan jalan, membangun jembatan sampai mengajar ngaji, tanpa harus pulang ke rumah dan memilih menginap di pemukiman warga.

Atas kerja keras para prajurit yang cinta rakyat itu, kini warga dua kampung tersebut tersebut sudah bisa menikmati jembatan penyeberangan 2 meter dengan lebar 6 meter.
Setelah di pembangunan jalan selesai, akses transportasi warga di dua kampung itu tak terhambat lagi. Kurang lebih 15 menit sudah bisa pergi ke ibu kota.

Kepala Desa Suhenda menyampaikan, sangat apresiasi dengan adanya kegiatan TMMD di desa yang ia pimpin saat ini. Menurut dia selama ini, belasan tahun masyarakat di Kampung Mantras dengan jumlah penduduk 78 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari dua Rukun Tetangga (RT) yakni RT 12 dan RT 13, kurang mendapatkan perhatian pemerintah terutama masalah akses jalan.

Baca Juga :  Pengangguran Capai 68 Ribu

Begitu pun juga dengan Kampung Rawa Bangun yang terdiri dari 90 Kepala Keluarga dua Rukun Tetangga masing-masing RT 10 dan RT 11, kesulitan akses jalan. ”Kami sangat terbantu, saat ini dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, masyarakat kami jauh lebih cepat menuju kota,” bebernya.

Wartawan koran ini pun ingin menyaksikan menyaksikan langsung aktivitas TNI di sana. Bermalam dengan TNI di kampung itu tidak ada bosannya. Setelah bangun pagi, banyak aktivitas yang mereka lakukan. Di posko halaman Kantor Desa Toapaya Selatan awal mula bertemu dengan Serda Ghofur, orang yang pertama kali membuat janji sebagai penyambung asa. Motor harus melaju kurang lebih 30 kilometer ke lokasi itu.

Meskipun yang terdengar hanya suara lembut kendaraan yang sesekali melintas, pertemuan ini menambah semangat untuk berjumpa dan melihat secara langsung aktivitas perwira TNI yang sedang istirahat di kediaman milik Pak Lukman. Dari kejauhan, tak menyangka kalau di rumah yang sederhana itu terdapat sedikitnya lima perwira TNI lagi istirahat. Mereka sangat menyambut baik ketika rombongan wartawan Tanjungpinang Pos datang bersilaturahmi.

Tak lama kemudian, Lukman sang pemilik rumah juga tiba menghampiri dan langsung memulai salam sebagai penyambung asa. Ke asyikan berbincang dan berbagi suka duka, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Pertemuan di rumah sederhana itu, diakhiri untuk istirahat tidur mengumpulkan energi supaya esok harinya bisa bekerja seperti biasanya.

Suasana sepi tak membuat mereka putus asa. Lewat kegiatan TNI Manunggal ini, seakan melepaskan rasa takut Bapak Lukman bersama istri dan seorang anaknya yang tidak hanya malam itu bersama TNI yang semua orang mengenal mereka sosok yang garang dan paling disegani. Namun seketika, setelah hal itu dibuktikan dengan ibadah salat bersama, rasa takut yang selama ini tertanam di benak keluarga Bapak Lukman sirna. Sepatah kata yang keluar dari bibirnya. ”Alhamdulillah,” katanya tersenyum.

Baca Juga :  15 Februari, Karcis Pelabuhan SBP Naik

Keesokan harinya, pagi-pagi setelah salat subuh perwira TNI siap-siap berkumpul di posko utama. Mereka siap untuk sama-sama bekerja berbaur dengan masyarakat, bekerja membangun jembatan beton yang menghubungkan dua desa masing-masing Kampung Rawa Bangun dan Kampung Mantras yang jaraknya 1,5 kilometer. Di lain sisi, perwira TNI lainnya ada yang sedang membangun posko untuk kegiatan non fisik lainnya, seperti penyuluhan narkoba, cek kesehatan gratis untuk masyarakat yang ada di Desa Toapaya Selatan.

Apa yang dilakukan ini mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten Bintan, serta Tim Wasev Mabes TNI AD, Mayor Jenderal TNI L. Rudy P, serta Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Danrem 033 Wirapratama Brigjen TNI Fachri serta Dandim 0315 B intan Letkol Infantri Arif Suseno. ”Tetap semangat, terus membangun asa bersama masyarakat Bintan. Kami yakin dan percaya TNI tetap selalu bersama dan melindungi rakyatnya,” ucap Dalmasri, Wakil Bupati Bintan di sela-sela kunjungannya.

Usai seharian berbaur dengan masyarakat sekitar, semua prajurit yang tak hanya berasal dari Angkatan Darat, yakni ada juga Angkatan Luat, dan Udara kembali ke rumah warga yang menjadi tempat istirahat mereka kurang lebih satu bulan selama TMMD digelar. Tepat pukul 18.25 WIB terdengar suara adzan Magrib jelas dari kejauhan yang tak lama kemudian disusul Adzan masjid dekat rumah milik Lukman.

Para perwira TNI yang sedang istirahat, sudah bersiap-siap mengenakan seragam mereka sambil memakan peci untuk bergegas melaksanakan ibadah. Usai salat, mereka tak langsung pulang istirahat dan makan bersama. Terlihat Serda Ghofur dan beberapa anggotanya yang lain bergegas ke salah satu rumah Tempat Pengajian Alquran (TPQ). Malam itu sekitar pukul 19.30 WIB para anggota TNI yang muslim langsung meminta izin dan menggantikan guru TPQ mendidik anak-anak untuk paham membaca Alquran, hapalan surat pendek, serta ilmu fiqih dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca Juga :  Kepri Dirancang Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia

Sebagai informasi bahwa pengajian yang mereka lakukan saat itu, tidak hanya digelar di TPQ melainkan juga ada di beberapa masjid di Desa Toapaya. Mereka seperti tidak ragu apalagi sampai tak lapal membaca ayat suci Alquran. ”Bacaannya harus lantang, semua huruf yang dibacakan harus jelas,” ujar salah satu periwar TNI berseragam loreng itu.

Tak sampai satu jam, rombongan TNI ini pun kembali ke kediaman mereka untuk istirahat. Seperti di rumah milik Bapak Lukman, terlihat ruang tamu milik Bapak Lukman digunakan untuk tidur dan menyimpan tas-tas ransel yang mereka bawa. Disitu juga, kadang mereka gunakan untuk berkumpul, bersenda gurau untuk menyambung asa dengan keluarga Bapak Lukman. Meskipun hampir satu bulan di rumah itu, Bapak Lukman seperti tidak mau ditinggalkan atas momen yang paling berharga itu. ”Saya sangat tersanjung mereka semua baik-baik, dan ramah-ramah, sudah seperti keluarga sendiri,” tukas Lukman.

Melihat apa yang dilakukan saat ini, cita-cita dan harapan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tercapai sesuai harapan yang diharapkan masyarakat. Sebagai informasi, TMMD ini merupakan program TNI yang terpadu dan dilaksanakan oleh TNI dengan instansi terkait bersama dengan masyarakat. Tujuan kegiatan TMMD adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat dalam berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional. Adapun titik berat sasarannya, program TMMD menitikberatkan pada desa-desa miskin, yang masih sedikit terisolir dan terpencil, serta daerah kumuh perkotaan.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here