Kisruh Taksi Rusak Citra Kepri

0
312
POLISI berjaga-jaga di depan kawasan Harbour Bay batam saat sopir taksi online dan sopir taksi konvensional kisruh, Senin (13/3) malam. f-net

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun kembali menyangkan terjadinya konflik serta kisruh yang timbul untuk kesekian kalinya antara operator taksi online dan konvensional yang terjadi di Kota Batam.

Menurutnya, hal ini akan mencoreng citra Kota Batam dan Provinsi Kepri dari berbagai aspek kehidupan masyarakat juga berimbas kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

”Kota Batam sudah terkenal hingga mancanegara, bahkan daerah ini penyumbang ketiga terbanyak dalam kunjungan wisatawan mancanegara selama ini di Indonesia. Bila konflik ini terus terjadi maka akan timbul ketakutan bagi kita semua,” kata Nurdin di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (13/3).

Mantan bupati dua periode di Kabupaten Karimun tersebut menyampaikan, keberadaan taksi online ini memang merupakan tuntutan dan karena pekembangan zaman, bila tidak diikuti maka Kepri dan khususnya Batam akan tertinggal.

Untuk itu ia meminta agar semua pihak untuk menerima keberadaan taksi online ini. Dan dirinya berharap taksi konvensional untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan bisa saja yang konvensional ini ikut bergabung.

”Kita tidak mungkin menutup diri dengan tuntutan perkembangan zaman ini, namun semua operator taksi ini harus memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku, jangan sampai justru melanggar aturan,” terangnya.

Sekarang, kata dia, masyarakat tidak bisa terpisahkan dengan keadaan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman ini. Bahkan semua orang saat ini mulai beralih ke teknologi baru.

”Apa-apa sekarang ini menggunakan teknologi terbaru, sebagai bentuk penyesuaian zaman. Bahkan ibu-ibu berjualan pisang goreng saja memakai teknologi itu. Kita usahkan akan berjalan pelan-pelan dan semua bisa menerimanya,” harap Ketua Dewan Kawasan Kepri tersebut.

Ditegaskannya, saat ini dirinya berharap polemik dan kejadian yang dapat mencoreng citra baik Kepri dan khususnya Kota Batam untuk dihentikan.

”Mari bersama selesaikan ini dengan bermusyawarah dan dengan cara yang baik. Pemerintah Kepri terkait ini tengah melakukan proses sesuai dengan aturan. Pihaknya tidak diam melalui Dishub Kepri tengah melakukan tahapan survei dan kajian kuota taksi di Kepri ini dan semoga cepat selesai,” jelasnya.

Kisruh sopir taksi online dengan sopir taksi konvensional sudah terjadi berkali-kali di Batam. Bahkan, sudah ribut juga dengan sopir angkot. Semuanya gara-gara rebutan rezeki di lapangan. Senin (12/3) malam lalu, kawasan Plabuhan Harbour Bay yang didatangi ratusan pengemudi online. Mereka berkumpul di depan GGI Hotel. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here