Kita Butuh Capres yang Visioner

0
230
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Pemerhati Jalan-jalan Dekopinwil Provinsi Kepri

Indonesia Punah. Itu nuansa pertaruangan kata demi kata yang panas di media massa dan media sosial saat ini. Pilpres mulai dari pusat sampai ke daerah sudah mulai tercium aroma komunikasi tumpeng tindih dari bulan per bulan. Terkhusus memasuki era Bulan Oktober sampai Desember 2018 ini sudah mulai terasa cikalbakal petarungan seru di dua kubu yang masing-masing klaim memiliki hati rakyat dan akan menang di kancah perjuangan nanti. Parpol dan figur melihat dan memanfaatkan momen itu sebagai gerakan peduli rakyat dengan turun ke jalan mengupayakan deklarasi pemenangan, pelantikan relawan sampai dengan program-program mengambil hati rakyat.

Mulai berbuat memanfaatkan gerakan gerakan social seperti bantuan social Rohingya, tsunami, nanjir bandang dan sebagainya untuk membantu sesame di daerah lain Indonesia tercinta. Strategi yang dilakukan secara keseluruhan dapat dinilai sebagai bantuan dan bisa juga dinilai strategi mengambil hati disaat tepat yang keseluruhannya dinilai untuk pemenagnan dalam pemilihan presiden di tahun 2019. Melihat antusias ini sebagai sebuah gerakan berpihak kepada rakyat. Tidak usah dilihat dari kontekstual omongan seorang calon presiden atau calon wakil presiden tapi dilihat dari niat nya untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik, lebih bermatabat, lebih diakui dengan menjadikan negara yang hebat lepas dari utang piutang yang semakin lama semakin menggurita negara tercinta ini. Pikiran positif kita semua harus diluruskan untuk niat niat baik negarawan yang ingin serius mengabdikan diri untuk mengangkat harkat martabat negara menjadi hebat di asia dan diakui di didunia sebagai trendsetter.

Tidak perlu dipikir parol mana dan apa latar belakang figurenya yang penting niat baiknya. Sekarang tinggal masyarakat yang menilai pilihannya tetap pada partai atau pada pribadi yang melabngkan figure manusia sebaga ksatria piningit. Yakinlah roadshow to Pilpres ini akan menghasilkan Figure figure terpilih berkualitas melewati jalan berliku. Masyarakat harus punya filtering kuat tanpa dipengaruhi oleh rumor dan hoax yang kaut menerjang satu dengan yang lain kuat publikasi diri dan mendekat kepada partai pengusung. Ion positif dan negative akan selalu bergantian. Sorotan masyarkat di situasi apapun sudah mulai terang benderang. Gerakan-gerakan dasar pendekatan dengan masuk ke masyarakat sudahpun mulai dilakukan ke masyarakat. Hal-hal seperti itu cukup mendapat perhatian dan mencuri hati masyarakat karena “visi yang besar” dalam memanfaatkan situasi yang muaranya sampai kepada nilai plus masing masing figure yang sudah membantu. Nuansa teori dan berandai-andai bisa simak dalam kontekstual pemahaman dasar keikutsertaan nantinya berlaga. Simak saja ada tujuan yang bersangkutan dalam apa yang dibicarakan. Secara konsep masyarakat bukan hanya sekedar ingin melihat pemimpinnya pandai berbicara dan membolak balikkan kata tapi lebih kepada niat dan isi otak yang menjadi tujuan utama calon pemimpin idaman. Bahasa kiasan, pantun, dan nuansa kebaikan ditebar sedemikian rupa dan tanpa tekanan terlihat pada saat berbicara.

Secara dictionary visioner adalah kemampuan untuk melihat ke depan melebihi penglihatan orang lain yang dapat diungkapkan melalui kata-kata yang diucapkan. Figure orang yang memiliki khayalan atau wawasan ke depan merupakan suatu kriteria utama termasuk cara pandangan jauh tentang sesuatu pemerintahan atau lembaga dan lain-lain sebagai tujuan untuk mencapai tujuannya pada masa depan. Meliputi Orientasi ke depan, tidak berdasarkan kondisi pada saat ini, dan Mengekspresikan kreatifitas serta berdasarkan nilai-nilai yang terkandung pada penghargaan bagi masyarakat. Suatu Visi itu bermakna ‘What be believe we can be‘, yang dimana Visi merupakan suatu gambaran tentang masa depan, mau jadi apa nanti lembaga yang juga menentukan tujuan serta cita-cita yang ingin diraih dan dibarengi Misi ‘What be believe we can do‘, dalam hal yang dapat dilakukan untuk mencapai Visi yang diusung untuk mencapai tujuan

Indonesia sebagai negara berdaulat butuh parpol atau figure yang visioner sebagai satu kesatuan dalam kerangka Indonesia berdaulat memiliki nuansa variasi perpolitikan tersendiri dalam rangkaian yang tidak terpisahkan dengan berbagai penilaian sehingga dilirik sebagai hal yang substansi untuk dijadikan perhatikan khusus. Wanted … Dicari Sosok negarawan sejati yang visioner dapat dapat menyampaikan niat dan maksud kenegarawanannya dengan cara yang baik dan beretika sehingga masyarakat dapat memilih kstria piningit yang betul betul dapat membawa negara Indonesia menjadi negara berdaulat lahir batihin di tengah-tengah masyarakat. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here