Kita Harus Kembali ke Laut

0
279
Muhamad Aras

Oleh: Muhamad Aras
Mahasiswa, Ilmu Adm Negara, FISIP, UMRAH

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang salah satunya negara terluas didunia dengan total luas negara sekitar 5.193.250 km yang wilayah nya terdiri dari daratan dan lautan yang memiliki banyak pulau-pulau yakni terdiri dari 17.504 pulau,dan luas daratan Indonesia yaitu sekitar 1.919.440 km serta luas lautannya sekitar 3.273.810 km dengan jumlah penduduk yang didasarkan pada data badan pusat stastik yang menyebutkan jumlah penduduk Indonesia sampai 2014 mencapai 252 juta jiwa.

Dengan luas laut yang begitu luas dan sumber daya alam yang berlimpah terkandung di dalamnya, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun, pada kenyataannya di mata dunia Indonesia lebih dikenal sebagai negara agraris di sektor pertanian dibandingkan di sektor laut dengan jumlah keseluruhan nelayan di Indonesia berdasarkan Badan Pusat Stastik (BPS) diperkirakan sebanyak 2,17 juta (hanya 0,87 persen tenaga kerja). Ada sekitar 700.000 lebih nelayan tinggal tersebar di 3,216 desa yang terkategori sebagai nelayan desa (mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan).

Salah satu contohnya ialah di Kabupaten Kepulauan Anambas Kecamatan Palmatak khususnya di desa Piabung. Di desa ini umumnya profesi masyarakatnya sebagai nelayan budidaya ikan.

Penduduk Desa Piabung ada 1.013 jiwa terdiri dari 267 kartu keluarga ( KK), yang terdiri dari 4 perkampungan, 8 wilayah rukun tetangga (RT) dan 4 wilayah rukun warga (RW).

Jenis-jenis ikan hasil tangkapan nelayan budidaya di desa ini adalah kerapu, napoleon dan sunu. Kemudian untuk hasil tangkapan akan dipelihara di keramba milik nelayan atau dibudidayakan sampai mencapai ukuran tertentu. Untuk kualitasnya, masih katagori sangat bagus dan bahkan jadi standar ekspor. Inilah salah satu alasan mengapa pengsuaha luar nageri banyak mencari ikan ke daerah ini, terutama Hongkong dan Singapura. Harga untuk ikan napoleon jika diekspor per kilogram bisa mencapai 1-1,2 juta per/kg. Harganya sangat bergantung pada nilai naik turunnya nilai tukar dollar Singapura, terhadap rupiah.

Hal ini menunjukan sektor kelautan di Indonedia sangat potensial dan jika digarap dengan baik. Ini salah satu peluang yang besar untuk memakmurkan nelayan dan pemerintah mesti memiliki perhatian besar untuk sektor nelayan, terutama di Kepri yang memiliki sektor maritim yang nilainya tak terhingga. Bahkan, jika dikelola dengan baik, sektor maritim di Kepri ini akan mampu mensejahterakan masyarakat di Indonesia, bahkan lebih luas lagi.

Sektor kelautan ini sangat potensial untuk mengatasi masalah moeter yang selama ini terus melanda Indonesia dengan sebutan krisis gelobal, krisis ekonomi. Pada tahun 1998 lalu, saat dunia mengalami krisis moneter yang parah dan Indonesia menjadi salah satu korbannya, namun masyarakat Desa Piabung malah sama sekali tdiak terpengaruh dengan krisis itu. Bahkan, melonjaknya nilai tukar mata uang asing semakin menguntungkan masyarakat karena harga ikan di pasar internasional semakin bagus jika dikonversikan dengan kurs rupiah.

Saat mayoritas orang mengalami kesulitan perekonomian karena krisis, nelayan justru sejahtera. Kalau Kita jadi pengimpor tentu kita akan kesulitan akrena barang mahal, tapi saat kita mengekspor tentu kita akan diuntungkan.

Maka dari itu, potensi laut Kepri bahkan di Indonesia sangat besar. Dan negara lain sudah lebih duluan mengetahui ini hingga ikan di negara kita acap dicuri karena pengawasan di perbatasan yang lemah. Sudah saatnya negara kita bisa menjadi suatu negara yang maju dan diperhitungkan oleh negara-negara luar dengan mengandalkan sektor maritim. Sektor maritim harus terus dikembangkan. Harus ada ide-ide baru untuk memajukan industri maritim. Terutama industri berbasis eksploitasi sumber daya kelautan yakni produksi gas alam dan petroleum, budidaya kelautan, perikanan tangkapan , dan pariwisata kelautan.

Untuk itu mari kita harus kembali ke laut dan kembali mengulangi kejayaan-kejayaan para pendahulu kita. Nenek moyang kita yang tidak tahu teknologi saja sudah mengetahui bahwa laut merupakan lahan yang strategis untuk dikelola hal itu dibuktikan kita memiliki nenek moyang kita merupakan pelaut yang tangguh. Ayo kembali ke laut, kembangkan sektor maritim. Olah potensi yang ada. Mari berjaya dengan pengembangan sektor maritim. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here