Kita Harus Kembali ke Laut

0
452

Oleh: Adilla Hariayu
Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang salah satunya negara terluas di dunia. Total luas negara sekitar 5.193.250 km yang wilayahnya terdiri dari daratan dan lautan yang memiliki banyak pulau-pulau. Ada 17.504 pulau, dan luas daratan Indonesia sekitar 1.919.440 km serta luas lautannya sekitar 3.273.810 km. Jumlah penduduknya berdasarkan data Badan Pusat Stastik yang pada 2014 mencapai 252 juta jiwa.

Dengan luas laut yang begitu luas dan sumber daya alam yang berlimpah, itu berarti Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mensejahterakan rakyatnya. Namun, pada kenyataannya di mata dunia Indonesia lebih dikenal sebagai negara agraris yang mengembangkan sektor pertanian dibandingkan sektor laut. Jumlah nelayan di Indonesia dari data BPS diperkirakan sebanyak 2,17 juta atau hanya 0,87 persen tenaga kerja. Ada sekitar 700.000 lebih nelayan tinggal tersebar di 3,216 desa yang terkategori sebagai nelayan desa (mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan).

Salah satu contohnya ialah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kecamatan Palmatak khususnya di desa Piabung merupakan desa yang pada umumnya mayoritas profesi masyarakat di daerah tersebut sebagai nelayan budidaya ikan. Penduduk Desa Piabung mempunyai jumlah penduduk 1013 jiwa terdiri dari 267 kartu keluarga (KK), yang terdiri dari 4 perkampungan, 8 wilayah rukun tetangga (RT) dan 4 wilayah rukun warga (RW).

Jenis-jenis ikan hasil tangkapan nelayan budidaya yang ada ada di desa tersebut adalah kerapu, napoleon dan sunu. Kemudian untuk hasil tangkapan akan dipelihara di keramba milik nelayan atau dibudidayakan sampai mencapai ukuran tertentu serta mempunyai kualitas bagus agar harga jual yang tinggi lalu diekspor. Harga untuk ikan napoleon jika diekspor per kilogram bisa mencapai Rp 1,2 juta per/kg. Harga itu tergantung kepada nilai naik turun nya nilai tukar dollar Singapura.

Hal ini menunjukan sektor kelautan sebagai penunjang perekonomian kelautan yang besar bagi kesejahteraan masyarakat indonesia. Sektor kelautan juga menunjukan bisa mengatasi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Seperti masyarakat Desa Piabung yang tidak terpengaruh atau berdampak sama sekali oleh krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998. Ini karena harga ikan napoleon justru melabung tinggi dan malah masyarakat sejahtera.

Potensi laut yang begitu besar yang kita miliki seharusnya menjadikan kita suatu negara yang maju dan diperhitungkan oleh negara-negara luar. Ini tentu terwujud kalau kita bisa memanfaatkan laut atau sektor kemaritiman. Kemaritiman menjadi sangat penting bagi kelanjutan dan perkembangan bangsa Indonesia Dengan industri baru yang berbasis eksploitasi sumber daya kelautan yakni produksi gas alam dan petroleum, budidaya kelautan, perikanan tangkapan , dan pariwisata kelautan, akan membuat Indonesia makmur.

Untuk itu sebagai negara yang memiliki laut yang luas dengan potensi sumber daya alam yang begitu berlimpah mari kita kembali ke laut dan kembali mengulangi kejayaan-kejayaan para pendahulu kita. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here